BONTANGPOST.ID, Bontang – Kepala SMA Negeri 2 Bontang Suyanik, mengungkapkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sempat bermasalah. Ia menyebut sudah dua kali menu yang diterima siswa tercium bau tak sedap alias basi.
Kasus pertama terjadi pekan lalu dengan menu nasi goreng. Sementara yang kedua, pada Kamis (2/10), saat siswa mendapat batagor.
Akibat kondisi tersebut, para siswa memilih tidak mengonsumsi hidangan itu. Makanan pun dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyalur MBG.
Menurut Suyanik, pada kasus nasi goreng, masalah berawal dari timun yang cepat layu dan mengontaminasi nasi hingga berair.
Meski begitu, ia menegaskan tidak semua makanan bermasalah. Beberapa menu tetap layak disantap dan masih dikonsumsi sebagian siswa.
“Anak-anak bisa membedakan mana yang segar dan mana yang sudah basi. Kami juga sudah menyampaikan agar sayuran mudah busuk sebaiknya dihindari,” jelasnya.
Sekolah kini lebih waspada dengan mengimbau para siswa agar berhati-hati sebelum menyantap makanan, supaya tidak menimbulkan risiko kesehatan.
“Anak-anak juga sudah besar, kami pastikan kalau ada makanan basi mereka tidak memakannya,” sambungnya.
Awak media berupaya menghubungi Kepala SPPG Bontang Surya, namun hingga berita ini terbit, pesan singkat yang dikirim belum mendapat respons. (*)






