• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ratusan Ribu Warga Kaltim Alami Hipertensi, Dokter Ingatkan Bahaya Pola Hidup Tak Sehat

by Redaksi Bontang Post
12 November 2025, 15:43
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Hingga November 2025, hasil program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan, hipertensi menjadi penyakit paling banyak diderita warga Kaltim. (unsplash.com)

Hingga November 2025, hasil program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan, hipertensi menjadi penyakit paling banyak diderita warga Kaltim. (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Hipertensi masih menjadi penyakit paling banyak diidap masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, dari 566.991 warga yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat 110.137 orang menderita hipertensi.

Di posisi kedua ada diabetes melitus dengan 30.067 kasus, disusul obesitas sebanyak 17.158 kasus. Ketiganya menjadi penyakit tidak menular (PTM) tertinggi dari total 22 jenis penyakit yang diperiksa, dengan kelompok usia terbanyak berada di rentang 40–59 tahun.

Temuan ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat Kaltim untuk lebih memperhatikan gaya hidup. Menurut dr. Carta Agrawanto Gunawan, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, hipertensi memang sering terjadi seiring bertambahnya usia.

Baca Juga:  Setengah Juta Warga Kaltim Menderita Hipertensi

“Semakin tinggi usia seseorang, risikonya juga meningkat. Orang berusia 40, 50, atau 60 tahun lebih rentan dibandingkan usia 20 atau 30 tahun,” jelasnya, Senin (11/11).

Carta menjelaskan, faktor usia membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku, sehingga tekanan darah cenderung meningkat. Meski begitu, faktor genetik juga dapat berperan, terutama jika kedua orang tua memiliki riwayat hipertensi.

“Anaknya memang tidak selalu akan menderita hipertensi, tapi risikonya lebih tinggi dibandingkan orang lain,” tambahnya.

Namun, ia menegaskan, pola hidup dan pola makan tidak sehat menjadi penyebab paling dominan. Kurangnya aktivitas fisik, stres berkepanjangan, serta konsumsi makanan tinggi garam dan lemak sangat memengaruhi tekanan darah.

Baca Juga:  46 Persen Orang Tak Sadar Mengidap Hipertensi

“Fast food, garam berlebih, kebiasaan merokok, dan alkohol juga memperparah kondisi. Ditambah berat badan berlebih atau obesitas yang membuat jantung bekerja lebih keras,” ujarnya.

Selain itu, penyakit seperti diabetes melitus dan gangguan ginjal kronis dapat memperburuk tekanan darah. Carta juga mengingatkan, beberapa obat bebas seperti pil KB, suntik KB, dan obat antinyeri bisa memicu kenaikan tekanan darah bila digunakan tanpa pengawasan dokter.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membeli obat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Hipertensi ini tidak berdiri sendiri. Banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari usia, genetik, hingga gaya hidup. Maka pencegahan paling efektif adalah menjaga pola makan, rutin olahraga, dan melakukan deteksi dini,” tutupnya. (KP)

Baca Juga:  46 Persen Orang Tak Sadar Mengidap Hipertensi
Tags: Hipertensi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Akhmad Soeharto Pastikan Pemkot Bontang Intens Koordinasi Soal Alokasi DBH 2026

Next Post

Disdikbud Bontang Upayakan Kejelasan Lahan Akses SMPN 5, Pekan Depan Bertemu Perusahaan

Related Posts

Setengah Juta Warga Kaltim Menderita Hipertensi
Kaltim

Setengah Juta Warga Kaltim Menderita Hipertensi

10 Juni 2024, 13:00
46 Persen Orang Tak Sadar Mengidap Hipertensi
Kesehatan

46 Persen Orang Tak Sadar Mengidap Hipertensi

18 Mei 2023, 14:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.