• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kasus HIV Baru di Kaltim Tembus 1.018, Stigma Jadi Kendala Terbesar Penanggulangan

by Redaksi Bontang Post
4 Desember 2025, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember kembali menjadi momentum penting bagi Kalimantan Timur untuk memperkuat komitmen penanggulangan HIV/AIDS. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga pegiat komunitas menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor demi menekan angka penularan serta menghapus stigma yang masih kuat di masyarakat.

Tema global “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response” dan tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV” menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan layanan HIV di tengah berbagai tantangan. Hal ini relevan mengingat Kaltim masih mencatat temuan kasus baru yang tinggi setiap tahun.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kaltim, Ivan Hariyadi, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari–Oktober 2025 terdapat 1.018 kasus baru HIV. “Rata-rata setiap tahun angkanya sekitar seribu,” ujar Ivan dalam Dialog Publika TVRI Kaltim, Senin (1/12/2025).

Baca Juga:  Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya

Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara tetap menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, seiring tingginya mobilitas penduduk. Kelompok risiko terbesar masih didominasi lelaki seks lelaki (LSL) dan pekerja seks perempuan. Sementara itu, penularan melalui jarum suntik terus menunjukkan penurunan.

Menurut Ivan, hambatan terbesar dalam penanggulangan HIV di Kaltim adalah stigma.
“Banyak yang menyangkal hasil tes dan memilih tidak berobat. Stigma membuat mereka takut datang ke layanan, padahal ini justru meningkatkan risiko penularan baru,” tegasnya.

Pegiat pendamping ODHIV di Kaltim, Rhasya, berharap peringatan Hari AIDS Sedunia dapat meningkatkan kesadaran publik.
“Stigma bahwa ODHIV tidak bisa bekerja atau bergaul masih banyak. Padahal jika rutin minum ARV, mereka bisa hidup normal, sekolah, bekerja, dan tetap produktif,” ujarnya, sambil mendorong masyarakat melakukan deteksi dini.

Baca Juga:  77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim, Jurnanto, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung program penanggulangan AIDS melalui berbagai kegiatan dan pembiayaan. Ia juga menyoroti meningkatnya arus pendatang ke Kaltim yang menjadi tantangan tersendiri.
“Mobilitas yang tinggi harus diimbangi dengan sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat memahami risiko dan cara pencegahannya,” katanya.

Seluruh pihak sepakat memperkuat edukasi publik, menekan stigma, dan mengupayakan target eliminasi AIDS di Kalimantan Timur pada 2030. (prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: HIV
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Banjir Bandang Sumatera: 811 Tewas, 623 Masih Hilang, Pengungsian Membludak

Next Post

Survei Perilaku Remaja Bontang; Kecemasan Tinggi Hingga Menonton Video Porno

Related Posts

Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun
Bontang

Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun

1 Desember 2025, 13:39
77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga
Bontang

77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga

21 Januari 2023, 20:23
Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya
Advertorial

Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya

2 Desember 2020, 16:48
Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL
Breaking News

Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL

19 Januari 2019, 19:40
Wahau Tampung Penderita HIV/AIDs Terbanyak
Breaking News

Wahau Tampung Penderita HIV/AIDs Terbanyak

19 September 2017, 12:05

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.