BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan pemerintah kota akan melakukan perbaikan jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang. Namun, pelaksanaan pembangunan masih menunggu kejelasan status lahan yang saat ini berada di atas aset milik perusahaan.
Kondisi jembatan yang menjadi satu-satunya akses masuk ke sekolah tersebut dinilai memprihatinkan. Struktur jembatan tampak miring, terdapat lubang di sisi kanan dan kiri konstruksi, serta sebagian belum dilengkapi pagar pengaman. Selain itu, posisi jembatan yang lebih rendah dibandingkan jalan utama membuat akses tersebut kerap terendam banjir saat hujan.
Neni Moerniaeni mengatakan Pemkot Bontang sebenarnya telah lama menyurati pihak perusahaan terkait kejelasan status lahan. Namun hingga kini belum ada respons resmi.
“Sebetulnya sudah dari dulu kita bersurat, tapi belum ada jawaban. Kalau memang statusnya pinjam pakai, tidak masalah,” ungkap Neni.
Ia menegaskan komunikasi dengan perusahaan pemilik lahan, yakni PT Kaltim Nusa Etika (KNE) dan PT Kaltim Industrial Estate (KIE), akan terus dilanjutkan guna memastikan perpanjangan status pinjam pakai lahan tersebut.
Menurut Neni, setelah kejelasan status lahan diperoleh, pemerintah akan segera menindaklanjuti perbaikan jembatan yang kondisinya dinilai membahayakan keselamatan siswa dan pengguna jalan.
“Kalau status pinjam pakainya jelas, pembangunan jembatan bisa langsung dilakukan. Nanti Dinas PU yang mengerjakan, kemungkinan melalui anggaran perubahan,” pungkasnya. (*)





