BONTANGPOST.ID, Bontang – Masalah akses masuk di SMP 5 belum menemui titik terang. Pasalnya lahan yang digunakan akses masuk itu milik perusahaan.
Kepala SMP 5 Muhiddin mengatakan pihaknya sudah mendapatkan surat cinta dari perusahaan. Terkait dengan habisnya durasi masa pinjam pakai. “Jadi pinjam pakai itu sudah habis sejak 16 Mei 2024,” kata Muhiddin saat menerima kunjungan Komisi A DPRD, Senin (10/2/2025).
Pihaknya pun secara lisan sudah mendatangi perusahaan. Bahkan sudah menyodorkan proses persuratan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga sudah turun tangan untuk meminta perpanjangan masa pinjam pakai.
“Tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ucapnya.
Alhasil konstruksi jembatan sebagai akses menuju bangunan sekolah belum bisa dilakukan perbaikan. Pemkot Bontang pun tidak berani menganggarkan karena status lahan bukan aset daerah.
Awak media Kaltim Post (induk Bontang Post) memantau kondisi jembatan sudah mulai miring. Terdapat lubang di sisi kanan dan kiri konstruksi. Di tambah masih ada jembatan yang belum berpagar.
Muhiddin menjelaskan sebelumnya ada tawaran dari perusahaan untuk memindahkan akses dari belakang bangunan sekolah. Namun usulan ini dipandang sulit oleh sekolah sebab postur bangunan sudah menghadap ke Jalan Pupuk Raya.
Sementara jika menggunakan akses masuk dari belakang maka harus membongkar beberapa ruang kelas dan laboratorium IPA.
Belum lagi di bagian belakang itu juga terdapat SD dan MTs Alam. Situasi saat pengantaran dan penjemputan penuh sesak. Pihak sekolah pernah membuka akses itu ketika banjir menggenangi akses masuk sekolah.
Tetapi kemacetan terjadi ditambah sering terjadi kecelakaan lalu lintas karena kepadatan kendaraan yang melintas.
“Kami harapkan untuk dapat diperpanjang masa pinjam pakainya,” pungkasnya. (*)





