• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pesut Mahakam di Ambang Punah, Populasi Tinggal 66 Ekor

by Redaksi Bontang Post
9 Februari 2026, 12:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Pesut Mahakam kini berstatus kritis dengan populasi diperkirakan hanya tersisa sekitar 66 ekor akibat tekanan aktivitas manusia dan kerusakan habitat. (FOTO: IST)

Pesut Mahakam kini berstatus kritis dengan populasi diperkirakan hanya tersisa sekitar 66 ekor akibat tekanan aktivitas manusia dan kerusakan habitat. (FOTO: IST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Keberadaan pesut Mahakam kini berada pada fase paling mengkhawatirkan. Mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam tersebut diperkirakan hanya tersisa 66 individu berdasarkan hasil pemantauan terakhir hingga awal Februari 2026. Angka ini menandai kondisi darurat bagi salah satu satwa paling ikonik di Kalimantan Timur.

Situasi kritis tersebut mendorong pemerintah pusat mengambil langkah cepat. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan tengah menyiapkan skema penyelamatan darurat guna mencegah pesut Mahakam benar-benar punah dari habitat alaminya.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, menilai penyusutan populasi pesut telah melampaui batas toleransi konservasi. Menurutnya, pendekatan konvensional tak lagi memadai menghadapi ancaman kepunahan yang semakin nyata.

Baca Juga:  Ekosistem Terancam, Pesut Mahakam Jadi Perbincangan Dunia

“Populasi pesut saat ini sangat kecil dan terus tertekan. Jika tidak ada tindakan tegas dan terukur, risiko kepunahan hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya saat kunjungan lapangan di Kutai Kartanegara, Minggu (8/2).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, serta organisasi konservasi yang selama ini mendampingi perlindungan pesut di Sungai Mahakam.

Sebagai bagian dari upaya penyelamatan, pemerintah menetapkan dua desa di Kutai Kartanegara sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam. Program ini diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga habitat sekaligus menekan aktivitas yang berpotensi mengancam kelangsungan hidup pesut.

Rasio menegaskan, penurunan populasi pesut bukanlah proses alamiah. Kerusakan ekosistem sungai akibat aktivitas manusia menjadi faktor utama, mulai dari pembukaan lahan di wilayah hulu, aktivitas pertambangan batu bara, hingga lalu lintas sungai yang semakin padat.

Baca Juga:  Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman

Keberadaan ponton dan jalur angkutan batu bara di sepanjang Sungai Mahakam juga disorot karena diduga mengganggu ruang jelajah pesut, serta meningkatkan risiko tabrakan dan stres pada satwa tersebut.

“Tekanan terhadap habitat pesut datang dari berbagai arah. Karena itu, penanganannya tidak bisa parsial. Semua sektor harus terlibat,” tegasnya.

KLH menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga otoritas transportasi sungai agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa merusak ekosistem Sungai Mahakam sebagai habitat terakhir pesut.

Pemerintah juga membuka peluang penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan di kawasan habitat kritis pesut. Meski demikian, pendekatan kolaboratif tetap diutamakan agar upaya perlindungan dapat berjalan berkelanjutan.

Baca Juga:  Lagi, Ditemukan Pesut Mahakam Mati

“Penegakan hukum akan dilakukan bila diperlukan. Namun yang terpenting adalah memastikan semua pihak berkomitmen menjaga Sungai Mahakam sebagai ekosistem hidup, bukan sekadar jalur ekonomi,” pungkas Rasio.

Dengan populasi yang terus menyusut, nasib pesut Mahakam kini sangat bergantung pada keseriusan semua pihak. Tanpa langkah nyata dan konsisten, ikon satwa air tawar Kalimantan Timur itu terancam tinggal cerita. (KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pesut mahakam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Bontang Alokasikan Rp15 Miliar Bangun Mini Soccer dan Sarana Olahraga di Berbas Pantai

Next Post

Anggaran Dipangkas, Gerakan Pangan Murah Bontang Hanya Digelar Empat Kali Tahun Ini

Related Posts

Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman
Kaltim

Terungkap! Mamalia Air dalam Video Viral Bukan Pesut Mahakam

13 Januari 2026, 13:29
Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman
Kaltim

Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman

12 Januari 2026, 18:31
Populasi Pesut Mahakam Kritis, Kini Hanya Tersisa Sekitar 60 Ekor
Kaltim

Populasi Pesut Mahakam Kritis, Kini Hanya Tersisa Sekitar 60 Ekor

9 Oktober 2025, 12:43
Nasib Pesut Mahakam di Tengah Ancaman Kepunahan
Kaltim

Nasib Pesut Mahakam di Tengah Ancaman Kepunahan

8 September 2022, 14:00
Lagi, Ditemukan Pesut Mahakam Mati
Kaltim

Lagi, Ditemukan Pesut Mahakam Mati

16 Agustus 2020, 09:00
Pesut Mahakam Semakin Terancam, YK-RASI Usul Pembentukan Kawasan Konservasi Perairan
Kaltim

Ekosistem Terancam, Pesut Mahakam Jadi Perbincangan Dunia

23 Desember 2019, 12:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.