• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Orangutan dengan Anak Kembar di Kutim Diselamatkan dari Habitat Rusak

by Redaksi Bontang Post
5 Maret 2026, 14:22
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Induk orangutan, Jane bersama dua anak kembarnya ditemukan di kawasan hutan terfragmentasi di Bengalon, Kutim. (IST)

Induk orangutan, Jane bersama dua anak kembarnya ditemukan di kawasan hutan terfragmentasi di Bengalon, Kutim. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Seekor orangutan betina bernama Jane berusia sekitar 15–20 tahun ditemukan bersama dua bayi jantannya, Andrianto dan Parlin, di kawasan habitat yang telah terdegradasi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.

Fenomena kelahiran bayi kembar pada orangutan tergolong sangat langka. Namun ironisnya, kejadian tersebut justru terjadi di tengah kondisi hutan yang rusak, sehingga induk dan kedua anaknya terpaksa turun ke tanah untuk bertahan hidup.

Temuan ini pertama kali dilaporkan masyarakat pada 15 Februari 2026 setelah video keberadaan induk orangutan dengan dua bayinya beredar luas di media sosial. Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Conservation Action Network (CAN) dan sejumlah mitra langsung melakukan pencarian di lokasi.

Direktur sekaligus Founder CAN, Paulinus Kristanto, mengatakan tim awalnya menemukan Jane bersama dua bayi orangutan di area konsesi yang terbuka setelah dua hari pencarian.

Baca Juga:  Orang Utan di Areal Kilang

“Setelah kita lihat ukuran tubuh kedua bayi orangutan itu ternyata sama. Akhirnya kita menyimpulkan bahwa keduanya adalah bayi kembar,” ujarnya.

Menurut Paulinus, video viral yang memperlihatkan Jane dan dua bayinya berjalan di tanah menjadi indikator kondisi habitat yang kritis. Orangutan tersebut diduga sedang berusaha bertahan hidup di kawasan hutan yang telah terfragmentasi.

Ruang jelajah mereka kini terbatas akibat pembukaan lahan untuk pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau orangutan sampai turun ke lokasi yang tidak ada hutan sama sekali, berarti dia berusaha menyeberang ke hutan lain untuk mencari makan. Ini menunjukkan indikasi bahwa orangutan tersebut membutuhkan pertolongan,” katanya.

Ia menjelaskan kondisi Jane semakin berat karena harus memenuhi kebutuhan nutrisi dua bayi sekaligus.

“Jika sebelumnya hanya membutuhkan sekitar satu kilogram makanan per hari, sekarang kebutuhannya bisa mencapai dua kilogram. Sementara habitat seperti itu tidak mampu menyediakan sumber pakan yang cukup,” jelasnya.

Baca Juga:  Orangutan Masuk ke Kebun Warga, Kondisinya Memprihatinkan

Proses penyelamatan Jane dan kedua bayinya berlangsung cukup unik. Menurut Paulinus, ketiganya justru turun ke area rendah hingga ke tanah sehingga memudahkan tim dalam melakukan penanganan.

“Memang seperti ada keajaiban. Mungkin karena orangutan ini benar-benar ingin diselamatkan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, kondisi fisik Jane dinilai masih baik dan masih memungkinkan untuk hidup liar. Namun keterbatasan pakan serta keberlangsungan habitat menjadi pertimbangan penting dalam proses penyelamatan.

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Ari Wibawanto, menjelaskan lokasi temuan berada di kawasan hutan yang sempit dan terfragmentasi.

“Kiri kanan sudah ada berbagai kegiatan pembangunan. Jadi kemungkinan untuk bertahan hidup secara layak di lokasi tersebut cukup diragukan,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi, Jane dan kedua bayinya kemudian ditranslokasi ke kawasan hutan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) milik sebuah perusahaan yang masih berada dalam satu lanskap Kecamatan Bengalon, sekitar 30 menit dari lokasi penemuan.

Baca Juga:  Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat

“Yang kita selamatkan adalah induk dan anak yang sudah cukup kelelahan hidup di habitat terfragmentasi dengan keterbatasan pakan dan air,” jelas Ari.

Paulinus menambahkan, kelahiran bayi kembar pada orangutan merupakan kasus yang sangat langka dan diperkirakan hanya terjadi satu dari ratusan kelahiran.

“Bayangkan seorang ibu memiliki anak kembar tanpa rumah dan tanpa makanan. Itulah yang dialami Jane,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa orangutan semakin terdesak oleh hilangnya hutan. Meski Jane dan kedua bayinya berhasil diselamatkan, kondisi ini menegaskan pentingnya perlindungan habitat yang tersisa agar keajaiban seperti ini tidak berubah menjadi tragedi di masa depan. (KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: orangutan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Setiap Tahun Sewa Rp500 Juta, Pemkot Bontang Pilih Beli Mes di Jakarta

Next Post

Longsor di Kanaan Bontang Rusak Dinding Rumah Warga, Pipa Gas Ikut Bocor

Related Posts

Viral Orangutan Makan Sampah di Bengalon, BKSDA Kaltim Selamatkan dan Lepasliarkan ke Hutan Mesangat
Kaltim

Viral Orangutan Makan Sampah di Bengalon, BKSDA Kaltim Selamatkan dan Lepasliarkan ke Hutan Mesangat

4 Februari 2026, 15:17
Orang Utan di Areal Kilang
Bontang

Orang Utan di Areal Kilang

1 November 2025, 00:49
80 Persen Orangutan Tinggal di Luar Area Konservasi
Nasional

Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

24 April 2025, 15:12
Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat
Kaltim

Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat

1 Maret 2025, 18:10
Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing
Kaltim

Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing

23 Februari 2025, 15:09
Viral Orangutan Menyeberang Jalan, BKSDA; Jangan Beri Makan
Kaltim

Viral Orangutan Menyeberang Jalan, BKSDA; Jangan Beri Makan

2 Februari 2022, 11:58

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.