• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Orangutan Masuk ke Kebun Warga, Kondisinya Memprihatinkan

Hutan Kediamannya Dibabat Praktik Ilegal Logging

by M Zulfikar Akbar
28 Januari 2020, 10:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Tim melakukan evakuasi orangutan dewasa yang memasuki kebun warga, Jumat (24/1/2020) di Desa Sungai Pelang. (ISTIMEWA)

Tim melakukan evakuasi orangutan dewasa yang memasuki kebun warga, Jumat (24/1/2020) di Desa Sungai Pelang. (ISTIMEWA)

Share on FacebookShare on Twitter

Tim gabungan IAR Indonesia dan Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang, kembali menyelamatkan satu orangutan jantan dewasa. Penyelamatan tersebut dilakukan tidak jauh dari kawasan pertambangan dan ilegal logging di Dusun 4 Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (24/1/2020).

AHMAD SOFI, Pesaguan 

ORANGUTAN ini kali pertama dilaporkan keberadaannya oleh seorang warga pada pertengahan Januari lalu, karena memasuki kebun. Tim Orangutan Protection Unit (OPU) IAR Indonesia pun menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan verifikasi dan mitigasi, dengan menggiring orangutan ini masuk kembali ke hutan. Tetapi karena hutan yang ada sudah rusak dan terbuka akibat pertambangan emas ilegal dan ilegal logging, orangutan yang diberi nama Inap ini, kembali masuk ke kebun warga untuk mencari makan.

Baca Juga:  Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing

Pontianakpost.co.id (grup Kaltim Post/Bontangpost.id) memberitakan, tim gabungan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi orangutan yang diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun ini dan membawanya ke IAR Indonesia. Rencananya primata tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sebelum dipindahkan ke hutan yang lebih baik dan aman untuk kehidupannya. Karena orangutan ini adalah orangutan liar, tim menggunakan obat bius untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum berhasil diselamatkan oleh tim gabungan IAR Indonesia dan BKSDA, warga sempat menjerat orangutan ini dengan tali, sehingga menimbulkan luka lecet di tangan orangutan ini. Hal ini sempat disesalkan oleh direktur IAR Indonesia, Karmele L. Sanchez.

“Kami meminta dan sangat berharap kepada masyarakat untuk selalu melaporkan penemuan orangutan kepada petugas terkait, seperti BKSDA dan IAR Indonesia, karena mencoba menangkap orangutan sendiri tanpa prosedur yang tepat bisa membahayakan manusia dan orangutan ini sendiri,” pintanya.

Baca Juga:  Viral Orangutan Menyeberang Jalan, BKSDA; Jangan Beri Makan

Redanya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang rupanya tidak menyurutkan ancaman terhadap kelangsungan hidup orangutan. Orangutan yang sejak pertengahan tahun lalu terancam dengan adanya kebakaran hutan dan lahan, sampai saat ini masih juga terancam dengan aktifitas illegal logging dan pertambangan ilegal. Aktivitas-aktivitas ilegal ini merusak hutan dan habitat, serta mengancam kelangsungan hidup orangutan. Ancaman ini nyata di depan mata dan bukan isapan jempol belaka.

Dari survei lokasi, diketahui bahwa hutan yang yang ada sudah terpotong-potong oleh pembukaan lahan untuk pertambangan dan ilegal logging. Citra satelit menunjukkan bahwa area hutan yang tersisa jauh lebih sempit dibandingkan lahan yang sudah terbuka. Tidak heran orangutan ini keluar untuk mencari makan habitatnya sudah terganggu oleh berbagai kegiatan ilegal ini.

Baca Juga:  Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor, mengatakan, untuk kesekian kali konflik satwa liar dan manusia terulang kembali. “Kapan hal seperti ini akan kita tuntaskan? Sudah saatnya pemerintah bersama para mitra melakukan langkah nyata. Kebijakan menyeluruh, penyadartahuan dan solusi inovatif harus dimulai sekarang,” ujarnya. (*/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: orangutan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tampung 160 Usulan Warga Bontang Kuala, 50 Usulan Jadi Prioritas

Next Post

Mahasiswa Indonesia di Wuhan Ingin Dievakuasi, Begini Respons Menkes

Related Posts

Orangutan dengan Anak Kembar di Kutim Diselamatkan dari Habitat Rusak
Nasional

Orangutan dengan Anak Kembar di Kutim Diselamatkan dari Habitat Rusak

5 Maret 2026, 14:22
Viral Orangutan Makan Sampah di Bengalon, BKSDA Kaltim Selamatkan dan Lepasliarkan ke Hutan Mesangat
Kaltim

Viral Orangutan Makan Sampah di Bengalon, BKSDA Kaltim Selamatkan dan Lepasliarkan ke Hutan Mesangat

4 Februari 2026, 15:17
Orang Utan di Areal Kilang
Bontang

Orang Utan di Areal Kilang

1 November 2025, 00:49
80 Persen Orangutan Tinggal di Luar Area Konservasi
Nasional

Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

24 April 2025, 15:12
Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat
Kaltim

Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat

1 Maret 2025, 18:10
Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing
Kaltim

Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing

23 Februari 2025, 15:09

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.