• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Viral Orangutan Makan Sampah di Bengalon, BKSDA Kaltim Selamatkan dan Lepasliarkan ke Hutan Mesangat

by Redaksi Bontang Post
4 Februari 2026, 15:17
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Pemindahan orangutan.

Pemindahan orangutan.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Video viral yang memperlihatkan seekor orangutan mengais sisa makanan di tumpukan sampah liar di tepi Jalan Poros Sangatta–Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, memantik perhatian publik. Lokasi tersebut diketahui berada di jalur perlintasan orangutan yang habitat hutannya telah terfragmentasi akibat aktivitas tambang batu bara dan perkebunan sawit.

Menindaklanjuti video tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama mitra Conservation Action Network (CAN) dan Center for Orangutan Protection (COP) langsung melakukan penelusuran di lapangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada Rabu (27/1/2026), ketika satu individu orangutan berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, memastikan keberadaan orangutan tersebut berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur berdasarkan penelusuran jejak digital serta informasi dari masyarakat.

Baca Juga:  Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

“Berdasarkan video viral dan informasi lapangan, kami langsung mengirim tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi. Dipastikan aktivitas orangutan itu berada di Jalan Poros Sangatta–Bengalon,” ujar Ari, Selasa (3/2/2026).

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan orangutan tersebut berjenis kelamin jantan dewasa dengan perkiraan usia 18–20 tahun. Pemeriksaan oleh tiga dokter hewan memastikan kondisi satwa dalam keadaan sehat dan masih memiliki sifat liar.

“Karena kondisinya sehat dan sifat liarnya masih kuat, kami memutuskan untuk segera melepasliarkannya ke habitat alaminya, yakni di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kutai Timur,” jelasnya.

Ari menambahkan, proses penyelamatan dilakukan secepat mungkin karena keberadaan orangutan di sekitar jalan raya sangat berisiko.

Baca Juga:  Orangutan Masuk ke Kebun Warga, Kondisinya Memprihatinkan

“Lokasinya tidak layak bagi orangutan. Di sekitarnya ada jalan raya, kebun sawit, dan area tambang. Jika dibiarkan, sifat liarnya bisa semakin terdegradasi,” katanya.

Sementara itu, Founder sekaligus Direktur CAN Borneo, Paulinus Kristanto, mengungkapkan bahwa lokasi tempat orangutan mengais makanan merupakan tempat pembuangan sampah liar yang telah lama digunakan masyarakat, bukan tempat pembuangan resmi.

“Di kiri dan kanan lokasi hutannya sudah habis. Sekitar 50 hingga 100 meter dari titik itu sudah merupakan area tambang. Berdasarkan keterangan warga, ini bukan pertama kalinya orangutan datang untuk mencari makan di sana,” ujarnya.

Paulinus menekankan, kebiasaan membuang sisa makanan di pinggir jalan dapat memicu perubahan perilaku satwa liar. Bau dan rasa makanan manusia membuat orangutan tertarik turun mendekati aktivitas manusia.

Baca Juga:  Masuk Kebun, Orangutan Diamankan BKSDA

“Ketika orangutan sudah mengenali makanan manusia, dan sumber itu hilang, mereka berpotensi masuk ke permukiman atau turun ke jalan, yang tentu membahayakan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dampak pembukaan lahan besar-besaran di sekitar kawasan tersebut yang menyebabkan berkurangnya habitat dan sumber pakan alami orangutan.

“Ketika habitat menyempit, satwa akan mencari sumber makanan paling mudah, salah satunya dari sampah,” pungkas Paulinus. (prokal)

Tags: orangutan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Nasib Pekerja Kebersihan Taman Bontang; Status Outsourcing, Gaji Telat Cair

Next Post

110 CPNS Bontang Jalani Tes Urine Mendadak

Related Posts

Orangutan dengan Anak Kembar di Kutim Diselamatkan dari Habitat Rusak
Nasional

Orangutan dengan Anak Kembar di Kutim Diselamatkan dari Habitat Rusak

5 Maret 2026, 14:22
Orang Utan di Areal Kilang
Bontang

Orang Utan di Areal Kilang

1 November 2025, 00:49
80 Persen Orangutan Tinggal di Luar Area Konservasi
Nasional

Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

24 April 2025, 15:12
Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat
Kaltim

Habitat Orangutan di Kutai Timur Terancam, Fragmentasi Akibat Pertambangan Meningkat

1 Maret 2025, 18:10
Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing
Kaltim

Penyelamatan Orangutan di Kutim Jadi Cermin Kondisi Krisis Lingkungan, FRK: Narasi Konservasi Bisa Jadi Greenwashing

23 Februari 2025, 15:09
Viral Orangutan Menyeberang Jalan, BKSDA; Jangan Beri Makan
Kaltim

Viral Orangutan Menyeberang Jalan, BKSDA; Jangan Beri Makan

2 Februari 2022, 11:58

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.