SAMARINDA – Persaingan perebutan posisi puncak di bursa bakal calon gubernur (cagub) dalam polling online Pilgub Kaltim garapan Metro Samarinda memanas. Sekprov Kaltim, Rusmadi yang beberapa hari ini berada di peringkat pertama harus rela posisinya digeser oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari.
Para pendukung ketua DPD I Golkar Kaltim itu sepertinya tak membiarkan jagoannya berlama-lama menempati peringkat kedua. Terbukti, sejak Kamis (15/6) pagi kemarin, secara bergelombang, dukungan melalui website www.bontangpost.id/pilkada-kaltim-2018 banyak diberikan untuk Rita.
Bahkan jumlahnya sangat fantastis atau melampaui 9 ribu suara dalam sehari. Berdasarkan data yang masuk hingga pukul 20.43 Wita, total perolehan dukungannya mencapai angka 39.324 suara. Atau menguasai 26,38 persen dari 149.065 suara yang merupakan total suara yang masuk di bursa bakal cagub.
Tambahan suara ini praktis menempatkan Rita kembali berada di peringkat teratas. Sementara, Rusmadi yang juga ketua DPP Ikapakarti Kaltim mesti turun ke peringkat kedua. Rusmadi yang “hanya” mendapat tambahan 23 suara harus puas sebagai runner up dengan 33.863 suara, menguasai 22,72 persen dari suara yang masuk di bursa ini.
“Kami tidak ingin Bunda Rita menjadi runner up. Bunda Rita harus menjuarai polling. Karena, polling seperti ini, akan berpengaruh terhadap elektabilitas jagoan kami,” kata pendukung Rita kepada Metro Samarinda.
Sejak “dikudeta” Rusmadi, pendukung Rita tampaknya langsung “membalas”. Pengaruh Rita sepertinya begitu kuat. Sehingga para pendukungnya kembali bergerilya untuk memberikan dukungan untuk Rita agar bisa kembali ke peringkat pertama.
Melejitnya putri mantan Bupati Kukar, Syaukani HR itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pembentukan 9 ribu relawan untuk memenangkannya. “Saya sudah membentuk relawan, ada 9.000 relawan yang saya bentuk untuk pemenangan,” ujar Rita, belum lama ini.
Dia pun juga lebih intens turun ke lapangan untuk memonitor langsung. Termasuk menghadiri pertemuan masyarakat guna menampung aspirasi mereka. Dia bertekad, jika terpilih menjadi Gubernur Kaltim 2018, akan berupaya keras memperbaiki Kaltim. “Memperbaiki Kaltim lebih baik lagi,” tegasnya.
Selain itu, adanya “konvensi” ala Golkar untuk menentukan calon pendamping Rita juga mendongkrak elektabilitas. Di sepuluh kabupaten/kota, Rita dipromosikan oleh bakal calon wakil gubernur (cawagub). Ada sepuluh bakal cawagub pendamping Rita. Di mana, semuanya merupakan figur potensial.
Mereka adalah mantan Wagub Kaltim 2008-2013 yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim H Farid Wadjdy, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, anggota DPR RI Awang Ferdian Hidayat, serta dua tokoh masyarakat Agus Mustopa dan Suriansyah.
Sedangkan kader internal yang mencoba peruntungan di antaranya ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan DPP Golkar H Andi Sofyan Hasdam, ketua harian DPD I Golkar Kaltim H Makmur HAPK, wakil ketua Bidang Industri & Ketenagakerjaan DPD I Golkar Kaltim H Mohammad Djailani, wakil ketua Bidang Kerohanian DPD I Golkar Kaltim HM Ghufron Yusuf, dan ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kaltim H Adi Darma.
Kendati demikian, Rita tampak santai menghadapi Pilgub Kaltim 2018. “Rakyat sudah pandai. Mereka tahu, mana tokoh layak dipilih. Menurut kami di Golkar Kaltim ini, tidak masalah. Apalagi saya sudah terbiasa berkompetisi. Jadi saya tidak ada beban. Santai saja, gembira bertemu rakyat,” ujar Rita.
Sementara di posisi ketiga diduduki Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang mengumpulkan 25.352 suara. Disusul di peringkat keempat mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) Isran Noor dengan 19.583 suara. Di peringkat kelima, ada Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar dengan 5.632 suara.
Penambahan dukungan suara secara signifikan juga terjadi di bursa bakal calon wakil gubernur (cawagub). Yaitu dukungan untuk mantan Wali Kota Bontang Adi Darma. Setelah selama beberapa pekan berkutat di peringkat keempat, Adi Darma akhirnya naik peringkat. Tambahan suara 3 ribuan membuatnya naik ke peringkat ketiga menggeser Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail.
Jumlah suara yang dikumpulkan Adi Darma mencapai 9.854 suara. Atau menguasai 11,22 persen suara dalam bursa bakal cawagub. Unggul atas Nusyirwan Ismail yang telah membukukan 9.774 suara.
Adi Darma berada tepat di bawah mantan Wali Kota Bontang lainnya, Sofyan Hasdam yang meraup 16.111 suara di peringkat kedua. Sementara peringkat pertama bursa bakal cawagub masih ditempati politisi PDI Perjuangan Awang Ferdian Hidayat dengan 16.376 suara.
Polling Pilgub Kaltim 2018 ini dapat diikuti dan dilihat hasilnya di portal resmi Bontang Post dengan alamat bontangpost.id/pilkada-kaltim-2018. Selain itu, hasilnya akan di-update di koran Metro Samarinda setiap harinya.
Meski polling ini dilakukan melalui media online, namun redaksi tetap memiliki aturan main. Di mana, tiap voter hanya diperbolehkan memilih satu kali di kolom pilihan cagub maupun cawagub. Ini dilakukan demi menjaga kualitas polling itu sendiri.
“Sistem polling kami merekam cookies dan IP Address tiap voter, jadi hanya bisa satu kali vote (memilih, Red.),” ujar pimpinan Metro Samarinda, Guntur Marchista Sunan.
Kendati demikian, tiap hari semakin banyak pemilih yang memilih tokoh-tokoh jagoannya. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengantongi perolehan suara yang cukup signifikan, hingga nyaris tak ada yang bisa menyaingi. (luk)







