BONTANGPOST.ID, Bontang – SMP 7 Bontang mulai menyiapkan perpindahan kegiatan belajar secara bertahap ke lokasi baru di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Pembangunan fasilitas tersebut mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp2,3 miliar pada 2026.
Dana yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu digunakan untuk menambah fasilitas pembelajaran sekaligus mendukung rencana relokasi sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Nurhadi menyebut anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan empat ruang kelas baru (RKB), dua toilet, serta satu ruang laboratorium.
“Empat ruang kelas, dua toilet, satu ruang laboratorium. Tidak bertingkat, lantai satu saja karena anggarannya terbatas,” kata Nurhadi.
Pekerjaan pembangunan telah berjalan sekitar dua bulan. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 dengan konsep bangunan satu lantai.
Fasilitas di lokasi baru sebelumnya juga telah mendapat dukungan pemerintah pusat pada 2025. Saat itu, SMP 7 memperoleh anggaran sekitar Rp839 juta untuk pembangunan ruang guru dan ruang UKS.
Nurhadi menjelaskan, pembangunan di lokasi baru dilakukan karena pengembangan gedung SMP 7 di lokasi lama sudah terkendala keterbatasan lahan. Kondisi tersebut membuat penambahan bangunan baru sulit dilakukan.
“Lokasi yang sekarang memang sudah tidak memungkinkan menambah gedung. Jadi kami relokasi ke sana saja, lebih longgar,” ucapnya.
Meski pembangunan terus berjalan, perpindahan sekolah belum bisa dilakukan sekaligus. Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin mengatakan keterbatasan jumlah ruang kelas di gedung baru membuat proses relokasi harus dilakukan secara bertahap.
“Dengan pembangunan RKB yang terbatas, proses relokasi dipastikan bertahap. Kemungkinan untuk yang menempati bangunan baru angkatan yang masuk,” tutur Saparuddin.
Untuk saat ini, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di gedung lama yang berada di Jalan Koi, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Sementara bangunan baru SMP 7 berada di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai.
Perbedaan lokasi sekolah tersebut nantinya turut menjadi pertimbangan dalam penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Gedung baru di wilayah Gunung Elai membuka kemungkinan penerimaan murid dari wilayah sekitar berdasarkan ketentuan jalur yang berlaku.
Salah satu mekanismenya melalui jalur domisili dengan mempertimbangkan radius. Sementara calon murid yang berada di luar radius dapat mengikuti jalur penerimaan lainnya.
“Karena kalau SMP itu hanya pakai radius 400 meter. Sisanya jalur pakai nilai ujian sekolah,” pungkasnya. (ak)






