BONTANGPOST.ID, Balikpapan – Pembangunan Jalan Tol Sepinggan Paket 1B yang menghubungkan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dengan jaringan Tol Balikpapan-Samarinda terus berlanjut. Hingga Oktober 2026, progres fisik proyek yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA tersebut mencapai 34,5 persen.
Proyek ini ditargetkan rampung pada Juli 2028. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas dari Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat antardaerah di Kalimantan Timur.
Jaringan jalan tol yang terintegrasi ditargetkan dapat memangkas waktu perjalanan menuju kawasan IKN menjadi sekitar 50 menit. Konektivitas tersebut juga diharapkan mempermudah perjalanan dari Balikpapan dan Samarinda menuju wilayah lain, termasuk Kalimantan Selatan.
Dalam proyek Paket 1B, WIKA mengerjakan jalan utama sepanjang 3.266 meter dan jalan layang atau viaduct sepanjang 1.545 meter. Pekerjaan juga mencakup jalur penghubung atau ramp dengan total panjang sekitar delapan kilometer.
Selain itu, terdapat empat jembatan penyeberangan atau overpass dengan total panjang 340 meter serta satu struktur jembatan sepanjang 87 meter.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan, pembangunan Tol Sepinggan Paket 1B menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan infrastruktur menuju IKN. Pelaksanaan proyek terus dioptimalkan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan target penyelesaian.
Dari 15 segmen konstruksi yang ditangani, lima segmen telah rampung sepenuhnya. Sejumlah bagian lain juga menunjukkan perkembangan signifikan.
Pembangunan overpass pertama tercatat mencapai 97,6 persen. Sementara itu, pengerjaan Ramp 3 dan Ramp 4 telah mencapai 97,1 persen, sedangkan Ramp 1 dan Ramp 2 berada di angka 94,9 persen.
Pekerjaan penanganan lereng di bagian awal jalan utama serta pengecoran beton di area Ramp 4 juga telah selesai.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada struktur jembatan Ramp 1, perkerasan beton, dan pembangunan saluran drainase di kawasan simpang susun.
Di tengah pelaksanaan konstruksi, kelancaran lalu lintas di Tol Balikpapan-Samarinda tetap menjadi perhatian karena jalur tersebut masih beroperasi di bawah area proyek.
Untuk meminimalkan gangguan terhadap kendaraan yang melintas, WIKA menerapkan metode pembangunan jembatan tanpa perancah penyangga dari bawah atau shoring-less. Metode ini memungkinkan pekerjaan struktur dilakukan dengan mengurangi hambatan pada jalur lalu lintas di bawahnya. (KP)







