SAMARINDA – Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) VI/Mulawarman Letkol Inf Muhammad Iqbal dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini buntut dari artikel terkait isu pembelian lima ribu pucuk senjata yang menyudutkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan.
Pencopotan ini diungkap Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Sonhadji dalam acara nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI di Samarinda Convention Center, Sabtu (30/9) kemarin. Dalam keterangan kepada awak media, Sonhadji menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terkait artikel kontroversial tersebut.
“Dari pemeriksaan adanya artikel yang masuk di situs resmi, sudah saya putuskan orang yang paling bertanggung jawab yaitu Wakapendam,” jelas Sonhadji.
Karenanya, Muhammad Iqbal dicopot sehingga tidak lagi menjabat Wakapendam. Ditanya lebih lanjut, Sonhajdi menyebut belum ada sosok pengganti Iqbal. Pasalnya, wewenang untuk memutuskan prajurit golongan lima ada di angkatan darat. Saat ini dia tengah berencana mengusulkan penggantinya.
Sebelumnya, tiga artikel di situs resmi Kodam VI/Mulawarman menjadi viral lantaran muatannya yang kontroversial, Rabu (27/9). Tiga artikel di laman resmi yang beralamat kodam-mulawarman.mil.id dianggap meresahkan karena menyudutkan Kepala BIN. Yaitu artikel berjudul “Siapa yang mencatut nama presiden ingin datangkan senjata 5000 pucuk”.
Artikel tersebut menyinggung nama Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan. Mulai dari namanya yang sempat terseret dalam kasus korupsi di KPK, hingga kegagalannya maju sebagai Kapolri. Penulis artikel tersebut juga menuliskan sebaiknya Kepala BIN diisi oleh perwira militer. Jika pun tidak, lebih baik dijabat oleh sipil dan bukan dari polisi. (luk)







