BONTANG – Total 198 unit bangunan twin block Rusunawa Api-api telah siap huni. Akan tetapi, 170 unit yang akan ditawarkan kepada masyarakat. “Sisanya akan dihuni pengelola Rusunawa,” kata Sekretaris DPKPP Maksi Dwiyanto.
Kehadiran pengelola akan memudahkan penghuni dalam membantu merawat bangunan megah tersebut dari sisi keamanan, kebersihan, pertamanan, dan kelistrikan. Sehingga warga yang menempati lebih fokus terhadap aktivitas keluarga dan pekerjaan selama berada di kawasan Rusunawa.
“Penghuni pasti capek dengan pekerjaannya, sehingga datang sudah tidak perlu bersih-bersih lagi,” tambahnya.
Rusunawa ini akan dilengkapi dengan sarana olahraga yang memadai. Terdapat lapangan voli dan senam yang dapat dipakai sewaktu-waktu.
DPKPP juga menggandeng PT Telkom Indonesia dalam pembangunan Pojok Wifi. Kehadiran sarana tersebut dapat mempermudah penghuni untuk memperoleh akses internet dengan harga terjangkau.
Di samping itu, aspek kesehatan, pelayanan anak, dan pendidikan juga diperhatikan pada saat merancang pembangunan. Hasilnya terdapat pojok bacaan yang akan dilengkapi dengan buku dan literasi yang telah dipersiapkan, taman bermain anak, maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
“Nanti di lantai bawah ada tempat khusus untuk pelaksanaan posyandu,” paparnya.
Fasilitas Rusunawa juga merupakan kolaborasi antar beberapa OPD di lingkungan Pemkot Bontang sesuai dengan tupoksinya. Baik berupa pelatihan keterampilan dan keahlian dengan memanfaatkan ruangan pertemuan serta pemberian pelatihan pemadaman kebakaran.
Rusunawa Api-api juga ramah akan penyandang disabilitas di mana terdapat akses bagi orang yang menggunakan kursi roda. Selain itu, bagi mereka penyandang disabilitas akan ditempatkan pada lantai dasar agar tidak menyulitkan proses aktivitasnya.
“Bagi orang yang mengalami kecelakaan kerja, pengelola akan menempatkan di kamar pemulihan terletak di lantai bawah juga,” tuturnya.
Prasarana seperti kesedian air dan listrik tidak perlu dirisaukan oleh penghuni, mengingat pengelola memakai konsep untuk air terjadi tempat penampungan sementara sehingga ketika PDAM tidak berjalan maka air yang tertampung dapat memenuhi kebutuhan penghuni, sedangkan listrik diterapkan sistem token dengan daya 1.350 VA.
Kemudahan lainnya khusus hingga akhir tahun penghuni tidak akan dikenakan tarif hunian. Dimana tariff akan berlaku di awal tahun dengan patokan Untuk lantai dasar akan dipungut Rp 250 ribu, lantai satu Rp 230 ribu, lantai dua Rp 210 ribu, serta lantai paling atas Rp 190 ribu. (*/ak)







