• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Bangkrut, Hidup Bersama Cucu di Sudut Pasar

by BontangPost
20 Oktober 2017, 11:50
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
MEMPRIHATINKAN: Kondisi gubuk Martisa saat wartawan Bontang Post dan Anggota Komisi II DPRD Bakhtiar Wakkang mengunjunginya, kemarin.(Adiel Kundhara/Bontang Post)

MEMPRIHATINKAN: Kondisi gubuk Martisa saat wartawan Bontang Post dan Anggota Komisi II DPRD Bakhtiar Wakkang mengunjunginya, kemarin.(Adiel Kundhara/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Pedagang Pasar Rawa Indah yang Berjuang Pasca Kebakaran: Martisa

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami oleh Martisa (53), seorang nenek yang tinggal di sudut pasar sementara Rawa Indah. Sempat sukses dengan usahanya, kini nasibnya berubah setelah kebakaran pasar,  suami meninggal, bangkrut,  dan ditinggal sang anak.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Begitulah nasib yang dialami Martisa, pedagang sayur di pasar sementara Rawa Indah. Gubuk seng berukuran 3,5×2 meter menjadi saksi perjuangannya dalam mengarungi kehidupan bersama kedua cucunya, Sofyan (10) dan Maulana (8).

Dirinya harus menghidupi kedua cucu, lantaran anak perempuannya pergi setelah menikah lagi. “Anak saya menikah lagi. Setelah menikah, dia pergi meninggalkan saya dan anak-anaknya,” kata Martisa.

Saat Bontang Post mengunjungi Martisa, kondisi gubuk berantakan, tas milik cucunya digantung di atap, begitu pula dengan pakaian dan peralatan mandi. Di sisi kanan tempat tidur terdapat peralatan memasak yang tidak tertata rapi dengan sekat tripleks sebagai pembatasnya.

Baca Juga:  Jerat Narkoba di Kota Taman

Di sisi kiri tempat tidur terdapat dapur kecil dengan peralatan memasak seadanya dengan beralaskan tanah langsung. Sudut luar rumahnya digunakan sebagai tempat cuci piring dan mandi, terdapat beberapa bak hasil tampungan dari air hujan.

“Untuk kebutuhan minum saya gunakan air hujan, terus dimasak. Tetapi untuk anak-anak (cucu, Red.) Alhamdulillah ada orang yang beri air mineral. Kasihan kalau mereka minum juga air hujan karena masih kecil,” tambahnya.

Lokasi berjualannya tepat di depan gubuknya, hal tersebut lebih memudahkan tanpa harus melakukan perjalanan. Mengingat, fisik Martisa sering mengalami sakit ditambah dengan kondisi salah satu tangan yang tidak berfungsi akibat kecelakaan beberapa waktu silam.

Baca Juga:  Jago Fisika, Kantongi Beasiswa Hingga S2

Kisah pilu Martisa berawal sejak ia mengalami kebangkrutan disebabkan keadaan ekonomi yang sulit beberpapa tahun yang lalu, hal ini diperparah dengan meninggalnya suami akibat penyakit usus buntu . Hal itu memaksa dirinya untuk mencari pinjaman ke bank, berharap dapat mengembalikan usahanya.

Namun, tepat 12 Juni 2013 Pasar Rawa Indah mengalami kebakaran. Lapaknya ludes dilalap si Jago Merah. “Setelah itu langsung ke sini (gubuk, Red.), saya sudah tidak punya apa-apa,” tuturnya.

Namun sebelum menempati hunian seadanya tersebut, ia sempat meminta izin kepada UPTD Pasar untuk memohon izin sembari mengumpulkan modal. Pesan yang diperoleh ialah agar tetap menjaga ketertiban di area pusat perekonomian tersebut.

Baca Juga:  Dai yang Aktif Menulis, Bagikan Pengalaman Dakwah di Eropa lewat Buku 

Penghasilan per harinya ia memperoleh rata-rata Rp 20 ribu, jumlah tersebut belum cukup mengingat biaya pendidikan kedua cucunya ia tanggung. Terkadang, kesedihan menyelimuti hatinya apabila ada tunggakan biaya sekolah yang belum terbayar.

“Rp 20 ribu hanya untuk makan saja sehari. Kadang cucu saya mau berangkat sekolah bilang butuh biaya ini-itu, sedih hati saya,” paparnya.

Hingga saat ini kata dia, ia belum pernah menerima bantuan dari Pemkot. Akan tetapi ia mengakui setahun sekali ada sumbangan sembako dari perusahaan yang diterimanya. “Tiap mau Idul Fitri ada beras dari PT Badak NGL,” tukasnya. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kisah Inspirasiwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Serang Eggi Pakai Nama Mahfud MD

Next Post

Peredaran Narkoba Semakin Luas, Wawali “BNK Jangan Lengah dan Putus Asa”

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)
Feature

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

30 November 2018, 17:00
Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos
Feature

Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos

24 November 2018, 17:00
Perusda Berminat Mengelola Bandara APT Pranoto
Bontang

Sambut Positif Rute Baru Bandara APT Pranoto

16 November 2018, 16:35
Kumpulkan 1 Ton Plastik, Perpanjang Umur TPA
Feature

Kumpulkan 1 Ton Plastik, Perpanjang Umur TPA

11 November 2018, 17:10

Terpopuler

  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.