SAMARINDA – Walikota Samarinda Syaharie Jaang kembali menorehkan prestasi gemilang. Samarinda berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Presiden RI Joko Widodo Parasamya Purnakarya Nugraha dan satu satunya kepala daerah di Kalimantan.
Atas nama Presiden, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan ini kepada Syaharie Jaang dirangkai dalam upacara Hari Pahlawan di halaman kantor Kemendagri RI, Jumat (10/11) lalu.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan evaluasi kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2013, tahun 2014 dan tahun 2015 oleh pemerintah pusat. Samarinda dinilai dapat mempertahankan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerahnya terbaik secara nasional.
Diberikannya penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha atas karya tertinggi pelaksanaan pembangunan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mendagri memberikan apresiasi terhadap para penerima penghargaan kali ini.
“Mereka semua adalah kepala daerah yang berhasil mengemban amanah masyarakat dan daerah yang telah memilih para gubernur, bupati, dan wali kota dan telah konsisten melaksanakan apa yang menjadi janji politik saat kampanye dan dapat dibuktikan sehingga walaupun ada yang belum selesai masa jabatan tetapi setidaknya sudah melebihi dari 80 persen program-programnya dilaksanakan dengan baik,” kata Tjahjo di Gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara No 7, Jakarta Pusat.
Tjahjo mengatakan pemberian penghargaan ini semata-mata untuk memacu kepala daerah lain untuk mengoptimalkan serta melaksanakan program-program strategis di daerah. Tjahjo mengucapkan selamat, dan ia berharap agar ke depan dapat terus dipertahankan prestasinya guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Setidaknya bagi bapak-ibu sekalian yang tahun depan akan maju kembali sebagai calon bupati, wali kota atau maju lebih tinggi menjadi gubernur atau wakil gubernur juga ada bukti yang nyata bahwa saudara telah berhasil membawa masyarakat dan daerah selama ini dengan penghargaan dari bapak presiden,” kata Tjahjo.
Ditegaskannya, penghargaan ini bisa menjadi bukti nyata capaian nyata kerjanya karena penghargaan tersebut, bukan hanya penilaian dari Kemendagri semata, melainkan seluruh kementerian dan lembaga negara setelah melalui proses yang cukup panjang. “Bukti bahwa saudara berhasil. Kepala daerah seperti inilah yang patut memimpin daerah, baik di kabupaten/kota maupun propinsi,” tuturnya.
Jaang menilai penghargaan yang didapat ini karena jerih payah yang dilakukan bersama jajarannya melayani masyarakat, mendapat apresiasi dari pemerintah berupa penghargaan tertinggi. Keberhasilan memperoleh penghargaan tertinggi di bidang pelayanan dasar dan non dasar, menjadi momentum untuk terus membangun daerah ini.
Meski telah mampu memperoleh penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat, bukan berarti tidak ada yang tidak dibenahi lagi. Menurut Jaang akan ada evaluasi lagi terhadap bidang-bidang yang dinilai masih belum optimal.
Penyerahan penghargaan ini seyogyanya akan diserahkan langsung Presiden, namun karena banyaknya kesibukan, penyerahan dilakukan oleh Mendagri. Dalam kesempatan yang sama, Jaang bukan satu-satunya kepala daerah dari Kaltim yang menerima penghargaan dari Mendagri.
Gubernur Awang Faroek Ishak dan mantan Wali Kota Bontang Adi Darma juga menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Terdapat 12 kepala daerah yang meraih penghargaan ini. Sedangkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang diraih Jaang hanya untuk tiga kepala daerah. Dua lainnya adalah Bupati Pinrang (Sulsel) Andi Aslam Patonagi dan Bupati Bantul (DIY) Suharsono. Untuk meraih Parasamya Purnakarya Nugraha, seorang kepala daerah harus mampu meraih Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha tiga kali berturut-turut.
Saat menerima penghargaan itu, Jaang didampingi Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin, Asisten I Hermanto, Kabag Pemerintahan Eko Suprayetno, Kabag Hukum Masril dan Kabag Humas dan Protokol Syahruddin SY. (kmf2/adv/drh)







