• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Bahaya!! Ini Dia Lima Penyakit tanpa Gejala

by M Zulfikar Akbar
8 Januari 2017, 11:12
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa penyakit umumnya memiliki beberapa gejala yang timbul ketika menyerang tubuh kita. Apakah mungkin ada suatu penyakit tanpa gejala?

Memang ada beberapa penyakit yang tidak memunculkan gejalanya apalagi jika itu masih memasuki stadium awal. Bahkan ketika gejala mulai muncul, itu sudah masuk dalam kondisi yang parah atau sudah memasuki stadium lanjut.

Berikut ini adalah daftar penyakit tanpa gejala yang perlu diwasapadai, seperti dilansir laman Prevention, Kamis (5/1).

Ilustrasi

1. Tekanan darah tinggi

Hampir setengah dari penderita tekanan darah tinggi tidak tahu bahwa mereka terkena penyakit itu, menurut sebuah penelitian di Kanada tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

Jika Anda mengabaikannya dalam waktu lama, bisa saja kemudian tiba-tiba Anda mengalami serangan jantung atau stroke atau berkembang ke penyakit lain, seperti penyakit ginjal.

Lindungi diri Anda: Lakukan pemeriksaan tekanan darah setahun sekali, bahkan jika Anda tidak memiliki faktor risiko.

Baca Juga:  Bebas Stres, Hidup Lebih Lama
Ilustrasi

2. Sleep apnea

Tidak, sleep apnea bukan hanya untuk orang-orang yang kelebihan berat badan. Hingga setengah dari semua perempuan antara usia 20-70 tahun menderita apnea tidur obstruktif, menurut sebuah studi di Swedia tahun 2012.

Kondisi dimana Anda mengalami jeda dalam bernapas saat Anda tidur telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Wanita jauh lebih mungkin didiagnosis dengan apnea tidur dan itu biasanya karena gejala mereka jauh lebih halus. Daripada mendengkur dan kantuk ekstrim pada siang hari, mereka mengalami sakit kepala di pagi hari, gangguan mood dan kelelahan.

Lindungi diri Anda: Temui dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda di atas. Anda mungkin perlu rujukan ke spesialis kedokteran tidur yang akan meminta Anda melakukan penelitian tidur di mana Anda terhubung ke peralatan yang memonitor detak jantung Anda, pola bernapas dan kadar oksigen dalam darah.

Baca Juga:  Pasien Sembuh, Minta Masyarakat Pakai Masker 

Jika Anda memiliki apnea tidur, dokter mungkin akan meresepkan CPAP, mesin yang memberikan tekanan udara melalui masker ditempatkan di atas hidung Anda saat Anda tidur.

Ilustrasi

3. Glaukoma

Perempuan non-hispanik yang berkulit putih membentuk kelompok terbesar mereka dengan glaukoma, suatu kondisi yang merampas penglihatan Anda dengan merusak saraf optik.

Perubahan bisa terjadi begitu lambat. Anda mungkin menemukan diri Anda tersandung trotoar atau menabrak hal-hal kecil seperti cangkir atau gelas berkat hilangnya persepsi kedalaman penglihatan Anda. Anda mungkin juga memiliki kesulitan mengemudi di malam hari, karena ketidakmampuan Anda untuk membedakan cahaya..

Ilustrasi

4. Diabetes

Anda bisa memiliki gula darah normal untuk sementara dan hampir tidak memiliki gejala.

Tanda-tanda halus seperti mulut kering, merasa sangat haus, sering kencing dan bahkan pandangan kabur sering Anda abaikan.

Tanda lain yang mungkin muncul adalah kelebihan berat badan.

Baca Juga:  Konsumsi Vitamin Saat Hamil Turunkan Risiko Autisme pada Anak?

Lindungi diri Anda: Lakukan skrining untuk diabetes setiap 3 tahun dimulai pada usia 45 tahun. Jika Anda kelebihan berat badan atau memiliki faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, Preventive Services Task Force AS merekomendasikan skrining lebih sering.

Ilustrasi.

5. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Hingga 10 persen dari semua wanita usia subur dipengaruhi oleh PCOS, suatu kondisi dimana tubuh meng-overproduces hormon laki-laki, mengganggu ovulasi dan pada akhirnya meningkatkan risiko kondisi seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Hal ini baru Anda ketahui beberapa tahun berikutnya, terutama jika Anda menggunakan pil pada usia 20-an hingga atau 30-an untuk menghindari kehamilan.

Wanita dengan PCOS akan mengembangkan baik pra-diabetes atau diabetes sebelum usia 40 tahun. Mereka juga memiliki peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi, sleep apnea, kolesterol tinggi dan kanker endometrium.(net)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatanpenyakit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tampil Menawan dengan Gaya Santai

Next Post

Ini Pemicu Tenggelamnya Titanic, Ternyata Bukan Cuma Karena Es!

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.