• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pencabul Bantah Hamili Santrinya

by BontangPost
9 Desember 2017, 11:58
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
BANTAH: Pelaku pencabulan yakni oknum pemilik Ponpes NM membantah jika telah menghamili santriwatinya.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

BANTAH: Pelaku pencabulan yakni oknum pemilik Ponpes NM membantah jika telah menghamili santriwatinya.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Pelaku pencabulan terhadap 5 santrinya sendiri membantah jika telah menghamili salah satu korban sebut saja Mawar (13) –bukan nama sebenarnya–. Pelaku IM (48) yang statusnya sebagai pemilik Pondok Pesantren berinisial NM ini justru mengaku bahwa dirinya menjalin hubungan spesial dengan 3 korban lainnya.

IM yang saat ini menjadi tahanan Polres Bontang hanya tertunduk ketika dikeluarkan dari sel jeruji besi oleh petugas. Dengan menggunakan kaos tahanan berwarna oranye dan celana pendek, IM tampak seperti tak memiliki kesalahan.

Kepada Bontang Post, pria paruh baya dengan tubuh gempal tersebut mengaku khilaf atas perbuatan yang dilakukannya. IM mengaku baru melakukan perbuatan kejinya di 2017 ini. “Kalau mencabuli enggak pernah, saya cuma pegang-pegang saja, saya peluk,” ujar dia sambil memperagakan cara dia memeluk korban dari belakang, saat ditemui di Polres Bontang, Jumat (8/12) kemarin.

IM juga mengaku tindakan dia ketika memeluk atau mencium korban itu hanya spontan saja karena sedang khilaf. Sedangkan untuk ketiga korban lainnya, IM malah mengaku berpacaran dengan ketiga korban. “Jadi saya tanya mau tidak sama saya, kalau mau ayo dijalani, kalau tidak ya tidak apa. Dan mereka mau (pacaran), kalau saya cium juga karena mereka mau saya cium,” ungkapnya.

Baca Juga:  Nelayan ‘Menjerit,’ Butuh BBM Bersubsidi

Selain itu, pria beristri yang memiliki 2 anak ini juga mengaku hanya sebatas mencium dan memeluk saja dan tak pernah melakukan hal-hal yang jauh dari itu. Tempat untuk dia menyalurkan keinginannya itu pun diakui IM yakni di dapur ponpesnya. “Di dapur saja saya lakukan itu,” imbuhnya.

Bahkan dirinya sempat mengatakan tiga korban yang dia pacari tidak terlalu cantik. “Tetapi namanya khilaf, benar-benar saya khilaf. Spontan saja, setelah itu ya sudah saya sadar dan tidak melakukan lagi, yang hamil itu saya tidak pernah lakukan itu. Istri saya juga sudah tahu kejadiannya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, IM langsung sujud meminta maaf kepada istrinya sebelum dia mendekam di jeruji besi. “Istri nerima setelah saya sadar dengan sesadar-sadarnya. Saya sujud sama dia 4 hari sebelum ditahan,” kata dia.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan, Polisi Periksa 5 Pegawai Pemkot

Ketika disinggung terkait adanya korban yang tengah mengandung 6 bulan, IM langsung terpancing emosinya . “Saya tidak tahu dia hamil sama siapa, kalau saya dituduh dicari kebenarannya dengan alat apa. Yang jelas saya tidak melakukan itu,” papar dia.

Di ponpes, lanjut IM, jumlah pengurus sebanyak 8, yang terdiri 7 pengurus dan dia. Awalnya mengaku bahwa tidak ada pengurus perempuan dan hanya pengurus laki-laki. Karena ponpes tersebut dibangun hanya untuk laki-laki. Seiring berjalannya waktu banyak santri masuk, karena dirinya mendirikan ponpes dan panti asuhan. Nah, para santriwati ini merupakan anak-anak yatim piatu di ponpes tersebut.

Terkait adanya  santriwatinya yang hamil, diakui IM, baru dirinya ketahui setelah dia ditahan di Polres Bontang. Karena Mawar sudah lama pindah. “Dia berada di tempat saya kurang lebih 4 bulanan setelah Iduladha, jadi kalau hamil sudah 6 bulan itu tidak tahu dihamili oleh siapa, alasan dia keluar dari ponpes itu karena sakit dan sudah pulang di rumah bapaknya, sedangkan kakaknya masih di ponpes,” terang dia.

Baca Juga:  Tidak Terawat, Sport Center Ditengarai Jadi Tempat Mesum dan Mabuk

IM pun terus mengulangi bahwa dirinya khilaf dan menyesal dengan perbuatannya. “Saya khilaf, spontan saja, tetapi kalau mereka tidak mau dicium juga tidak saya cium, tidak pernah saya ancam juga,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Rihard Nixson mengatakan bahwa kasusnya masih tahap pengembangan dan melengkapi berkas-berkasnya. “Sementara kami masih melengkapi berkas dan masih dalam penyidikan,” ujarnya. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangpencabulanPondok Pesantren
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sosok IM Dikenal Tertutup

Next Post

Jaang Rilis Calon Wakil

Related Posts

Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet
Kriminal

Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet

1 Januari 2026, 17:00
Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama
Kaltim

Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama

5 Desember 2025, 15:37
Empat Pria Rudapaksa Anak 12 Tahun di Kutim, Diiming-imingi Jaringan Internet
Kriminal

Empat Pria Rudapaksa Anak 12 Tahun di Kutim, Diiming-imingi Jaringan Internet

3 Desember 2025, 15:25
Glorifikasi Pelaku Kekerasan Seksual Dinilai Sangat Berbahaya
Kriminal

Pria Paruh Baya di Balikpapan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cabuli Lima Anak di Bawah Umur

2 Desember 2025, 19:39
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Iming-iming Mainan, Remaja 16 Tahun di Samarinda Cabuli Bocah 6 Tahun
Kriminal

Iming-iming Mainan, Remaja 16 Tahun di Samarinda Cabuli Bocah 6 Tahun

9 Oktober 2025, 14:51

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.