• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pengamat: Strategi Kampanye Tentukan Kemenangan

by BontangPost
10 Februari 2018, 11:36
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Lutfi Wahyudi(DOK/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Lutfi Wahyudi(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kemampuan strategi kampanye dapat menjadi salah satu kunci bagi para calon untuk meraih simpati masyarakat pada perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Selain merujuk pada visi dan misi para calon, hubungan emosional dengan calon juga menjadi alasan masyarakat menjatuhkan pilihannya.

Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Lutfi Wahyudi melihat, pola kampanye dengan cara mengumpulkan massa dalam jumlah banyak di suatu tempat atau lokasi, sepertinya tidak akan banyak terlihat di Pilgub Kaltim kali ini.

Menurutnya, ada kecenderungan dari para bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur, atau para tim sukses memilih bergerilya langsung ke masyarakat. Terutama melalui pertemuan individu ke individu. Selain dinilai efektif, pola ini dapat membangun langsung hubungan emosional dengan pemilih.

Baca Juga:  Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu Anggota Dewan, BK Bakal Panggil Bawaslu

“Kalau hanya dilihat pada pertemuan massa, sepertinya tidak banyak dilakukan. Yang banyak dilakukan adalah pertemuan individu ke individu. Tim sukses bergerak pada tataran door to door. Ketimbang mengumpulkan massa,” jelas Lutfi.

Dia mengatakan, pola mengumpulkan massa seperti kebanyakan sistem kampanye selama ini, tidak lebih hanya untuk sekedar membangun opini masyarakat. Sehingga pola tersebut dirasakan tidak efektif. Dikarenakan cara itu tidak memberikan jaminan calon akan dipilih.

“Tetapi kalau door to door, itu sudah dari hati ke hati. Biasanya itu lebih melekat ketimbang sosialiasi atau kampanye dengan mengadakan kerumunan massa. Sekarang pola mengumpulkan kerumunan massa sudah mulai ditinggalkan. Karena terbukti tidak begitu efektif,” sebutnya.

Baca Juga:  Guru Honorer Merasa di-PHP 

“Massa yang datang ke pertemuan atau kerumunan, floating maps atau masa mengambang. Bisa mengalir kapanpun dan kemanapun. Kalau door to door, itu by name by address. Itu biasanya dicatat oleh tim sukses. Sehingga apa keperluan orang itu bisa didata secara detil. Misalnya, kalau orang itu perlu A, di kasih A. Perlu sesuatu yang lain pun akan mudah dikasih,” sambungnya.

Selain itu, dijelaskan Lutfi, di era digital saat ini, ada tren kampanye menggunakan jejaring media sosial (medsos), ketimbang dengan kampanye menggunakan massa dalam jumlah banyak. Menurutnya, bagaimanapun kampanye melalui medsos, media televisi dan elektronik, telah menjadi media alternatif yang jauh lebih efektif.

“Orang nonton kampanye itu lebih suka lewat media elektronik. Karena memang kampanye yang lebih masif sekarang ya menggunakan media sosial. Untuk daerah perkotaan, hampir jarang terlihat kerumunan massa. Kerumunan massa itu biasanya hanya untuk melakukan hiburan kepada rakyat,” jelasnya.

Baca Juga:  “Ini Buah Pemimpin yang Perhartikan Rakyat”

Selain itu, menurut Lutfi, pola kampanye dengan kerumunan massa tidak akan efektif untuk menyampaikan program kerja, atau visi dan misi calon. Kampanye melalui pola tersebut tidak memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat tentang program kerja para calon.

“Kalau untuk menanamkan program-program, itu nggak mungkin. Karena justru program itu lebih tertanam lebih baik ketika itu dilakukan dengan medsos. Orang sekarang kiblatnya medsos, bukan media komunikasi langsung seperti melalui kerumunan, mimbar, dan sebagainya,” pungkasnya. (drh)

Tags: Metro Samarindapilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Amankan Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Paslon, Polres Samarinda Siagakan 600 Personel 

Next Post

HOAX!!! Kabar Meresahkan soal Virus Radiasi Ponsel

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.