• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Paslon Pilgub Minim Program Penyelesaian Masalah Tambang 

by BontangPost
24 Februari 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Pradarma Rupang(DOK/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Pradarma Rupang(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menilai empat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, sangat minim program terkait masalah tambang batu bara. Padahal, masalah tersebut di Benua Etam sudah menjadi isu nasional.

Kegiatan eksplorasi tambang emas hitam di Kaltim, telah memberikan dampak lingkungan yang cukup buruk bagi masyarakat. Di antaranya, rusaknya ekosistem lingkungan dan semakin tergusurnya lahan pertanian milik masyarakat.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang berpendapat, dirinya tidak melihat ada keseriusan dari seluruh paslon untuk mengungkap isu tambang dan menawarkan solusi. Empat paslon hanya menawarkan ekonomi pasca tambang.

Nyatanya sebelum tambang batu bara muncul, saat usaha perkayuan jadi primadona di Kaltim, paslon yang bertarung kala itu menawarkan solusi agar perekonomian yang bersandar pada pertambangan, karena usaha perkayuan yang menopang sebagian Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sudah menimbulkan kerusakan hutan yang sangat parah.

Baca Juga:  Gaji Guru Honorer Swasta Disorot

“Sekarang mereka juga menawarkan hilirisasi di bidang perkebunan sawit. Ada pula yang malu-malu ingin melakukan hilirisasi di bidang tambang batu bara. Tetapi saya membaca semua ide mereka, tidak ada satu pun yang menawarkan solusi untuk memecahkan masalah kerusakan lingkungan di Kaltim,” ujar Pradarma, Kamis (22/2) lalu.

Ia menyebut, isu tambang tak terlalu digaungkan paslon karena mereka diduga berhubungan erat dengan pengusaha tambang batu bara. Keempat paslon ditunggangi penambang yang ingin tetap melanggengkan usaha emas hitam di Benua Etam.

Selain itu, Pradarma melihat paslon tidak memiliki komitmen yang jelas dalam menindak izin pertambangan yang dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Nyatanya mereka yang bertarung sangat berkaitan erat dengan izin pertambangan yang saat ini bergulir di Kaltim. Maka jangan heran, mereka tidak membawa visi menyelesaikan masalah tambang,” katanya.

Baca Juga:  Serial Karang Mumus 18, Siomay Ikan Cicak

Selain masalah perizinan, pertambangan batu bara juga memiliki beragam problem. Antara lain banjir, illegal mining, reklamasi pasca tambang, dan penegakan hukum bagi pengusaha yang melanggar janji reklamasi.

“Saya pesimistis terhadap empat paslon, karena mereka tidak berbicara mengenai krisis tambang yang selama ini membelit Kaltim. Padahal yang diperlukan saat ini, bagaimana paslon menawarkan solusi agar masalah tambang ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Padahal ruang hidup rakyat sedang terancam karena ulah penambang ilegal dan lemahnya kontrol terhadap izin yang sudah dikeluarkan pemerintah. Berdasarkan data dari Jatam, dari 12,7 juta hektare daratan Kaltim, sebanyak 43 persen digunakan untuk tambang serta 29 persen digunakan untuk perkebunan swasta. Itu belum termasuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH), Hutan Tanaman Industri (HTI), tambang mineral, dan migas.

Baca Juga:  Gubernur Segera Bangun Kantong Parkir

“Luas lahan pertanian tidak sampai 1 persen dari luas daratan Kaltim. Luas sawah hanya 0,5 persen atau 69 ribu hektare. Artinya daya dukung Kaltim terkait pangan sangat memprihatinkan,” katanya.

Karena kecilnya porsi lahan pertanian, Kaltim tercatat mengalami krisis pangan. Jatam mencatat, sebanyak 3,5 juta penduduk Benua Etam, kebutuhan konsumsi pangan mencapai 407 ribu ton. Kaltim tercatat belum mampu memenuhi kebutuhan pangan sebanyak 160 ribu ton, karena pangan yang tersedia hanya 270 ribu ton.

“Jika dilihat dari kurangnya ketersediaan pangan di Kaltim, maka lahan yang sudah ditambang harus dikembalikan untuk pertanian rakyat. Tetapi apakah paslon mau dan mampu menawarkan solusi terkait ini? Harusnya ini yang dijawab paslon dengan memasukkan dalam visi dan program nyata mereka,” ujarnya. (*/um)

Tags: Metro SamarindaPolemik Tambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ajukan Raperda Perumahan dan Kawasan Permukiman 

Next Post

Taksi Online Tak Dikontrol? 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.