BONTANG – Hantu kacak atau sebutan untuk pelaku pelecehan terhadap kaum hawa yang mengendarai sepeda motor, kembali menebar ancaman di Kota Taman. Korbannya kali ini karyawati sebuah bank, sebut saja Bunga –bukan nama sebenarnya.
Peristiwa itu terjadi Senin (19/3) kemarin sekira pukul 10.30 Wita di Jalan Habibon, Tanjung Laut. Saat itu, Bunga hendak mengantar surat dari perusahaan kepada nasabah yang beralamat di Jalan Selat Karimata. Bunga dibonceng dengan posisi duduk menyamping.
Setibanya di area jembatan jalan tersebut, bokong Bunga diremas oleh pengemudi motor dari arah belakang. Mendapat perlakuan itu, sontak ia memberi tahu rekannya. “Bokong saya diremas. Saya langsung teriak,” kata Bunga.
Setelah berunding kilat, mereka memutuskan untuk mengejar pelaku. Pelaku langsung tancap gas dan berbelok ke arah Gang Gandaria. Sayangnya, usaha untuk pengejaran tersebut sia-sia, dikarenakan pelaku dapat menghilangkan jejaknya.
“Pelaku mengarah ke bagian belakang masjid, lantas kami kehilangan jejak,” ungkapnya.
Diakuinya saat itu kondisi jalan sangat sepi. Sempat Bunga bertanya kepada seorang warga untuk menanyakan arah pelaku, tetapi warga itupun tak mengetahuinya.
“Kata warga di situ, mereka juga baru keluar rumah. Jadi tak sempat melihat pelaku” ucap Bunga sambil menirukan jawaban warga tersebut.
Dikatakannya pelaku memiliki ciri-ciri berkulit putih. Memakai baju abu-abu tua dan celana pendek perpaduan hitam-putih. Diperkirakan pelaku berusia pelajar. Pelaku menggunakan sepeda motor merk Honda Karisma abu-abu. Dengan helm berwarna putih merk GM.
“Sepertinya masih SMA orangnya,” paparnya dengan raut muka ketakutan.
Kondisi Bunga saat ini mengalami trauma. Ia seakan masih merasakan tangan pelaku yang menyentuh bagian sensitifnya tersebut.
Sementara itu rekan Bunga sebut saja Mawar mengatakan, kecepatan kendaraannya tergolong lambat. Dikarenakan kondisi jalan setelah jembatan tidaklah rata.
Mawar sempat berpikir untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Akan tetapi, plat kendaraan milik pelaku tidak mereka hapalkan. Akibatnya niatan tersebut diurungkan. “Takutnya nanti dikira kami mengada-ada karena tidak ada bukti bomor plat kendaraan,” kata Masya.
Terpisah, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Rihard Nixson mengatakan ciri pelaku dari paparan korban berbeda dengan target yang sudah diincar pihak kepolisian. Akan tetapi, kasus ini bakal diusut oleh Polres Bontang karena sudah menebarkan kegelisahan warga Bontang.
“Dari paparan data nantinya akan kami selidiki lebih lanjut,” ucap Nixson.
Seperti diketahui, akhir tahun lalu kejadian serupa terjadi di perumahan HOP IV. Bahkan, hingga kini pelaku aksi tersebut belum juga terungkap. (*/ak)







