SANGATTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengeluarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Jumlah total mencapai 219.985 jumlah pemilih. Sedangkan daftar non e-KTP, berjumlah 20.270 pemilih.
Dari data yang dikeluarkan, Sangatta Utara masih menduduki jumlah terbanyak jumlah pemilih yakni 65.781. Kemudian, Muara Wahau 17.674, dan Sangatta Selatan 12.598.
Hanya saja, DPS ini masih bersifat sementara. Kemungkinan bisa berubah. Baik pengurangan maupun penambahan. Semua tergantung tanggapan masyarakat.
Pasalnya, saat ini pihaknya masih menunggu tanggapan masyarakat terkait DPS saat ini. Waktu penilaian masyarakat hingga tanggal 2 April mendatang. Jika ada yang tak sesuai, diminta segera dilaporkan untuk masuk dalam tahap perbaikan.
“KPU akan perbaiki lagi. Saat ini kami menunggu tanggapan publik dulu. Jika ada yang perlu diperbaiki, maka akan kami tangani. Kan finalnya nanti di DPT (Daftar Pemilih Tetap),” kata Harajatang salah seorang Komisioner KPU Kutim.
Katanya, untuk menentukan DPS banyak cara yang digunakan. Mulai dari pencocokan dan penelitian (coklit), Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), hingga manual. Tentu saja, data ini disesuaikan dengan data Panwas dan PPK.
“Bahkan nanti, untuk DPT akan kami lakukan secara manual saja. Karena untuk sidalih masih ada yang tidak sesuai. Seperti DPS, akan ada tanggapan publik juga. Ada yang tidak pas, DPT akan dirubah,” katanya.
Dirinya kembali menegaskan kepada masyarakat yang belum terdaftar atau ditemukan keganjilan seperti data ganda, bisa segera melaporkan kepada PPK maupun ke KPU secara langsung.
“Permasalahan data memang sangat penting. Untuk kami minta kerjasama semua pihak. Jika ada yang belum terdaftar atau data yang tetap sesuai, silahkan laporkan,” pintanya.
Terlepas dari itu, dirinya mengaku saat ini turut pula mendata pemilih yang berada di dalam Lapas. Baik di dalam maupun di luar Kutim.
“Data kami ada sekira 200 orang. Seperti di Bontang. Masalahnya, mereka tidak bisa mencoblos di luar Kutim, jika tidak dicabut domisili semula. Makanya kami minta bantuan Disdukcapil,” kata Hara. (dy)







