• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Komisi III: Lanjutkan Pembangunan Panti Terpadu

by M Zulfikar Akbar
10 April 2018, 11:52
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DESAK PEMERINTAH: Komisi III mendesak agar Pemkot Bontang segera melanjutkan pembangunan panti terpadu di wilayah Tanjung Laut Indah. Pasalnya, bangunan tersebut kerap dipakai untuk aksi-aksi negatif.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

DESAK PEMERINTAH: Komisi III mendesak agar Pemkot Bontang segera melanjutkan pembangunan panti terpadu di wilayah Tanjung Laut Indah. Pasalnya, bangunan tersebut kerap dipakai untuk aksi-aksi negatif.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang meminta Pemkot Bontang segera melanjutkan pembangunan panti terpadu yang terletak di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah. Lahan yang masuk di Jalan Bete-Bete 2, RT 02, Kelurahan Tanjung Laut Indah tersebut merupakan hasil tanah wakaf atau hibah dari salah seorang mualaf, yakni pemilik Hotel Sederhana.

Bangunan panti terpadu itu rencananya akan dibuat panti anak dan panti jompo. Tahun 2015 lalu, pembangunan pertama diperuntukkan sebagai panti anak. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya selain bangunan tersebut belum 100 persen, beberapa bagian sudah ada yang rusak.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam mengatakan, bangunan tersebut dibangun sejak 2015, namun sudah mangkrak selama 3 tahun. “Ini sangat disayangkan. Saya tidak tahu asal muasal bangunan ini, hanya informasi yang saya dapat dari masyarakat kalau lahan yang digunakan ini tanah wakaf,” jelas Rustam di lokasi bangunan Panti Terpadu Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (9/4) kemarin.

Baca Juga:  Komitmen Terapkan Akuntabilitas Publik di Seluruh OPD

Lahan yang diwakafkan luasnya sekitar 1 hektar lebih. Pembangunan setengah jadi pun menghabiskan biaya mencapai Rp 2,2 miliar dari bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Kaltim yang nilainya mencapai Rp 4,5 miliar. “Anggaran Rp 2,2 miliar ini masa hanya menghasilkan bangunan seperti ini, apa terserap semua atau tidak,”ujarnya.

Padahal, lanjut dia, salah satu keinginan pemilik lahan menghibahkan dana tersebut tentu untuk amal jariyah. Namun justru akibat mangkrak ini banyak kegiatan negatif dilakukan. Sehingga, kata Rustam, jangan sampai akibat mangkrak bertahun-tahun, pemilik lahan mencabut kembali wakafnya. “Jadi, jangan karena Pemkot Bontang tidak mengeluarkan biaya sedikitpun untuk membangun ini, membuat pemkot jadi tidak peduli pada bangunan ini. Aset ini jangan dibiarkan tidur, sebelum nanti muncul tuntutan ahli waris,” ungkapnya.

Ditambahkan Anggota DPRD Bontang Suhut Haryanto, biaya Rp 2,2 miliar sejatinya bukan hanya untuk bangunan saja, tetapi juga dianggarkan untuk pembangunan siring dan jalan masuk. Menurutnya, kontraktor pelaksana yang tidak benar dalam pengerjaannya. “Kami sarankan kalau sudah begini, ajukan lagi anggarannya ke Provinsi Kaltim, kalau tidak APBD Bontang, agar tidak terbengkalai seperti ini,” terang dia.

Baca Juga:  Pekan Depan Konsultasi Ke Kementerian 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PU-PRK) Bontang, Tavip Nugroho mengatakan untuk kontraktor pelaksana pembangunan panti tersebut sudah di-blacklist. Namun untuk lanjutan pembangunannya, karena 2016 Bontang dilanda defisit maka pihaknya belum menganggarkan kembali. Barulah di tahun 2018 ini, pembangunan panti terpadu sudah masuk dalam rencana kerja (renja) untuk tahun 2019. “Total keseluruhan agar selesai pembangunannya membutuhkan anggaran sebesar Rp 8 miliar, kami memang belum bisa menyelesaikan semua sekaligus karena kami baru bisa menganggarkan Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Terkait penyalahgunaan bangunan ini, Tavip berencana memasang pagar di sekeliling bangunan. Karena memang diakuinya bahwa bangunan setengah jadi ini sangat rawan. “Hari ini (kemarin, Red.) ada pembahasan anggaran di Provinsi Kaltim, nanti saya coba ajukan lagi supaya mendapat sharing anggaran, jadi lebih banyak,” ujarnya.

Baca Juga:  Sidak Oknum Pedagang Nakal 

Ketua RT 02 Kelurahan Tanjung Laut Indah Sahabuddin, yang juga mantan Kabid Sosial di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Bontang mengatakan, pembangunan panti terpadu memang merupakan inisiasi dari Dissosnaker terdahulu. Rencananya lahan tersebut akan dibuat UPT mulai dari panti anak, panti jompo hingga rumah singgah. “Memang dulu anggarannya sebesar Rp 4,5 miliar, tetapi yang terserap hanya Rp 2,2 miliar, setelah mangkrak banyak digunakan ngoteng juga ngelem, makanya kami berharap segera ada tindakan dari pemerintah,” tukasnya.

Hadir dalam sidak tersebut Anggota DPRD Bontang Suhut Haryanto, Sulhan, Rusli, perwakilan Kecamatan Bontang Selatan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Laut Indah, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Maksi Dwiyanto, Pengelolaan Aset dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bontang Dedi. (mga)

Tags: dprdPanti Jomposidak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

BURUAN!!! Pendaftaran Penerimaan Polri Masih Dibuka Hari Ini

Next Post

Pemadat Diciduk di KS Tubun

Related Posts

Neni Cek Kehadiran ASN dan Pelayanan RSUD Bontang di Hari Pertama Kerja
Bontang

Neni Cek Kehadiran ASN dan Pelayanan RSUD Bontang di Hari Pertama Kerja

25 Maret 2026, 09:48
Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Pasarr
Bontang

Gelar Sidak, Stok dan Harga Bahan Pokok Dipastikan Aman

6 Mei 2020, 07:00
BPOM Sidak Bahan Makanan Jelang Lebaran, Ini Hasilnya
Bontang

BPOM Sidak Bahan Makanan Jelang Lebaran, Ini Hasilnya

16 Mei 2019, 07:00
Proyek Parkir RSUD Molor, DPRD Bontang Peringatkan Kontraktor
Bontang

Proyek Parkir RSUD Molor, DPRD Bontang Peringatkan Kontraktor

21 Januari 2019, 15:03
Wakil Ketua DPRD Minta Dinas Tak Sekadar Berwacana
Bontang

Wakil Ketua DPRD Minta Dinas Tak Sekadar Berwacana

8 Januari 2019, 17:49

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.