SANGATTA – Menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, politik uang dan politisasi isu SARA rentan terjadi. Tidak terkecuali di wilayah Kutim. Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan antar Lembaga, Panwaslu Kutim, Muhammad Idris mengatakan hingga saat ini semua daerah di Kutim dikategorikan terpantau aman. Pasalnya belum ditemukannya Paslon maupun tim sukses yang melakukan politik uang maupun penyebaran isu SARA.
“Hingga saat ini kami belum menemukan informasi mengenai kecurangan yang dilakukan paslon. Baik dari pantauan kami sendiri maupun hasil pengamatan teman-teman di kecamatan,” ungkapnya saat diwawancarai usai melaksanakan kegiatan Deklarasi Tolak dan Lawan Money Politik & Politisasi Isu Sara dalam Pilkada Kaltim 2018 Berintegritas di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, belum lama ini.
Dirinya meminta kepada setiap Paslon beserta tim pemenangan untuk tidak melakukan isu Sara sebagai bahan kampanye. Selain itu, diharapkan pula agar tidak memberikan uang kepada siapapun dalam pelaksanaan kampanye dimanapun.
“Kami meminta jangan sampai ada paslon yang menyebarkan isu sara dan melakukan politik uang dalam kampanye,” imbaunya.
Menurutnya, penyebaran isu sara sangat mudah terjadi. Tidak hanya pada kampanye, melainkan promosi di media sosialpun dapat menjadi sarana termudah untuk menghasut. Hal tersebut menjadi alasan, dirinya giat melakukan patroli.
“Kami sangat ketat dalam mengawasi media sosial paslon.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tertangkapnya beberapa ASN yang me ‘like’ status paslon. Kemudian hal seperti itu langsung kami lakukan tindakkan tegas,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Komisioner KPU Kutim, Sayuti Ibrahim mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memposting di medsos. Hal tersebut berguna agar tidak menimbulkan masalah.
“Kami meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarluaskan informasi. Jangan sampai menimbulkan perpecahan atau masalah karena postingan yang tidak dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (*/la)







