• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tagihan Air Melonjak, Pelanggan Kaget 

by BontangPost
15 April 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sejumlah warga di Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda mengaku kesal dengan besaran tagihan bulanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tepian. Apalagi kenaikan tagihan yang terjadi terbilang drastis.

Salah seorang warga berinisial HM (40) mengaku pada bulan Februari lalu hanya membayar Rp 130 ribu. Kemudian Maret lalu tagihan air meningkat tajam di angka Rp 800 ribu.

“Saya tidak tahu apa permasalahannya. Padahal selama Maret tidak ada satupun pipa yang bocor. Pemakaian juga stabil,” kata HM ketika ditemui Metro Samarinda belum lama ini.

Tak terima dengan tagihan yang terlampau tinggi tersebut, HM mendatangi kantor PDAM Tirta Kencana di Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang. Tetapi dia tidak mendapatkan penjelasan detail di balik sebab kenaikan tarif air.

“Mereka menyuruh saya bayar sesuai slip pembayaran. Karena tidak mau berdebat, ya terpaksa saja saya bayar. Namanya kami orang tidak berpendidikan ini, terima saja apa yang diminta. Kalau bisa pengin protes,” ucapnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Seleksi CPNS, Pemkot Samarinda Tetapkan IPK Pelamar 2,75 

Kenaikan tagihan tak wajar ini juga dialami warga lainnya, NA (35). Saat ditemui Metro Samarinda, NA memperlihatkan slip pembayaran bulan Maret senilai Rp 1.541.481. Perempuan yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima itu menyebut, air di tempatnya hanya dipakai dua rumah.

“Sudah saya cek itu. Tidak ada yang bocor. Bulan Februari saya hanya bayar Rp 105 ribu. Kenapa bisa bulan ini naik segitu. Ini aneh. Saya tidak terima,” tegasnya.

Tak terima dengan pembayaran di luar jangkauannya, NA mendatangi kantor pos yang biasanya dijadikan loket pembayaran air di Loa Janan Ilir. Di kantor pos, NA diminta menunda pembayaran sampai Ahad (15/4) hari ini.

“Di Loa Janan ini kalau mau bayar air itu di kantor pos. Saya protes di sana, karena saya pikir salah catat. Ternyata benar disuruh bayar segitu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rekom PAN Tunggu Kawan Koalisi 

Mendapati kenaikan tagihan tak wajar, Metro Samarinda lantas mendatangi kantor PDAM di Samarinda Seberang. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui penyebab melonjaknya tagihan yang mesti dibayar pelanggan tersebut. Perubahan biaya pembayaran tersebut karena petugas PDAM yang biasanya mengecek meteran di lokasi tidak bertugas selama dua bulan.

“Petugas kami mengecek pemakaian bulan Desember. Sedangkan bulan Januari dan Februari, petugas tidak mengecek di lokasi. Petugas baru mengecek pada Maret,” terang layanan pelanggan PDAM yang enggan dikorankan namanya.

Dia mengungkap, pada Desember 2017, pemakaian air NA mencapai 75 meter kubik dengan biaya sebesar Rp 479 ribu. Kemudian di Januari 2018 air yang dipakai sebanyak 44 meter kubik, biayanya Rp 237 ribu. Sedangkan di Februari menurun di angka 25 meter kubik, dengan biaya pembayaran Rp 103 ribu.

Baca Juga:  BPK Sulit Deteksi Kasus Penyuapan 

“(Tagihan) Maret itu naik drastis karena terjadi akumulasi pemakaian di Januari dan Februari. Dua bulan tersebut ada sisa pemakaian yang belum dihitung. Jadi dihitung semua di bulan Maret,” sebutnya.

Karena terdapat akumulasi pemakaian dari sisa dua bulan sebelumnya, jumlah air yang dipakai mencapai 212 kubik. Berbeda dengan yang tertera di slip pembayaran yang mencapai Rp 1.541.482, petugas hanya menyuruh NA membayar air bulan Maret sebesar Rp 1.539.000. Selisihnya sebanyak Rp 2 ribu, dalam artian lebih besar dari biaya yang tertera di slip pembayaran.

Petugas memberikan pilihan, dibayar penuh atau pada Maret dikurangi pemakaian di angka 100 meter kubik. “Pelanggan tersebut harus membayar Rp 672 ribu. Pemakaian pada Maret dimasukan menjadi 100 meter kubik. Di bulan April, juga tercatat memakai 100 meter kubik. Pembayaran baru normal di bulan Mei, sesuai jumlah pemakaian,” jelas dia. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindatarif air
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Andi Harun Tunggu Keputusan Golkar

Next Post

Bukan Tempat Judi, tapi Turnamen Baloot

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.