• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Wacana Pencabutan Surat Dukungan NPK Cluster, Fraksi Golkar Juga Mendukung 

by BontangPost
20 Januari 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
H Nursalam (Dok/Bontang Post)

H Nursalam (Dok/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BONTANG – Fraksi Golkar DPRD Bontang mendukung rencana pencabutan rekomendasi atau dukungan DPRD Bontang terhadap pembangunan NPK Cluster. Fraksi Golkar menilai wacana yang digulirkan Fraksi Nasdem itu sebuah langkah tepat.

Dukungan itu disampaikan langsung ketua Fraksi Golkar H Nursalam kepada wartawan, Kamis (19/1) kemarin. Dia membenarkan DPRD Bontang pernah mengeluarkan surat dukungan terhadap rencana pembangunan NPK Cluster.

Saat itu, pihak perusahaan menyampaikan investor tak mau melakukan pembangunan jika tak mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD.

“Surat dukungan itu memang ada,” kata Nursalam.

Kendati demikian, dia menduga terbitnya surat itu tidak melalui prosedur yang benar. Pasalnya, surat itu terbit tanpa persetujuan fraksi-fraksi di DPRD. Dia berharap Badan Kehormatan (BK) dewan dapat meninjau keabsahan surat dukungan tersebut.

“Saya tidak pernah tanda tangan. Kalau ada tanda tangan saya, pasti itu dipalsukan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa surat dukungan itu harus dicabut, dan dibahas kembali,” tegasnya.

Baca Juga:  Andi Faisal Dapat Dukungan Untuk Maju Jadi Ketua Askot PSSI Bontang 

Dia menegaskan pihaknya tak ada niat untuk tak mendukung pembangunan NPK Cluster. Akan tetapi, murni karena rencana pembangunan masih diselimuti persoalan.

“Kalau sudah clean and clear, tidak ada persoalan, tentu kami akan kembali memberikan surat dukungan. Makanya kami harap fraksi-fraksi yang lain di DPRD juga berpandangan yang sama,” ajaknya.

Di sisi lain, Salam–sapaan akrabnya–juga menekankan kepada pemerintah daerah untuk berhati-hati memberikan izin untuk memulai pembangunan. Jangan sampai, izin tersebut diberikan sebelum suluruh persoalan clean and clear. Pasalnya, hingga saat ini masih ada sejumlah persoalan dan gejolak di masyarakat. Salah satunya terkait persoalan lokasi pembangunan.

“Karena masih ada aspek yang belum terpenuhi, yakni aspek sosial. Meskipun hanya kecil, tapi mereka juga harus didengarkan oleh  DPRD, karena mereka masyarakat yang menempatkan wakilnya di DPRD,” katanya.

Baca Juga:  Mulai Tebar Pesona, Tiga Bakal Calon Wagub Pede Dampingi Rita

Sebelumnya, Fraksi Nasdem meminta persoalan rencana pembangunan NPK Cluster segera diselesaikan. Sehingga pembangunan bisa segera dimulai. Seperti diketahui, warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sejahtera (FMS) meminta agar pabrik dibangun 500 meter dari permukiman. Sedangkan, jarak terdekat antara rumah warga dengan pabrik sesuai dengan layout yang dirilis PT Pupuk Kaltim sejauh 336 meter.

Anggota Fraksi Nasdem Faisal menegaskan DPRD sangat mendukung pembangunan NPK Cluster. Bahkan surat rekomendasi telah diterbitkan. Rekomendasi itu diberikan setelah menerima permintaan dari PT Pupuk Kaltim terkait rencana pembangunan.

“Ada beberapa poin kami tegaskan waktu itu. Termasuk soal proteksi dan kesejahteraan terhadap masyarakat. Juga kami tekankan pembangunan baru boleh dilaksanakan setelah seluruh persoalan clean and clear,” kata Wakil Ketua DPRD ini.

Baca Juga:  Apa Realisasi Pemerintah Jalankan Program Terkait Visi Misi ?

Namun, hingga kini rencana pembangunan masih belum memenuhi kriteria clean and clear. Melihat kondisi seperti ini, Fraksi NasDem mengusulkan agar surat rekomendasi itu dicabut.

“Dulukan diberikan beserta persyaratan. Kalau belum juga clear and clean lebih baik dicabut saja,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi Nasdem juga meminta agar izin prinsip pembangunan NPK Cluster juga dicabut.

“Karena harus clean and clear dulu seluruh persoalan,” tegasnya.

Selain terkait jarak, Faisal juga menegaskan perlu adanya kepastian agar ke depan tenaga lokal diprioritaskan. “Kalau perlu ada perjanjian. Jadi warga sekitar tidak cuma jadi penonton,” ungkapnya. Jika alasan perusahaan warga harus memiliki keahlian, katanya, maka bisa diadakan pelatihan terlebih dahulu. Sehingga saat proyek berlangsung, keahlian mereka bisa terpakai. (hd)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangnpk clusterpembangunan Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sofyan Targetkan Jadi Wagub

Next Post

Hore, Gaji PNS Cair, Rp 11,7 Miliar Siap Ditransfer

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
10 Paket Strategis Tahun Ini Ditetapkan, Prioritaskan Pembangunan Kota Bontang
Bontang

10 Paket Strategis Tahun Ini Ditetapkan, Prioritaskan Pembangunan Kota Bontang

5 April 2025, 11:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.