SANGATTA – Rencana pembangunan ‘Smart Regency’ di Kutai Timur (Kutim), akan direalisasi tahun ini di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara. Hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Kutim melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah. Dirinya mengatakan Kutim menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan program tersebut.
“Kita patut bersyukur, karena Kutim merupakan salah satu daerah yang dipilih dari 50 kabupaten kota, yang akan dibangun Smart City di 100 daerah. Kabar gembiranya, program itu akan diimplementasikan 2018 ini,” jelasnya saat membuka presentasi terakhir realisasi ‘Smart Regency’ di ruang tempudau, Kantor Bupati, Rabu (2/5).
Sekda mengharapkan penyusunan akhir masterplan smart regency ini dapat menjadi awal membuat Kutim lebih baik. “Kami menginginkan dengan perencanaan pembangunan ini dapat membangun Kutim dengan efisian dan efektif. Kami sudah menganggarkan semua kebutuhan untuk pembangunan melalui Diskominfoperstik,” katanya.
Dia menjelaskan permasalahan yang dihadapinya. Menurutnya dalam hal pembangunan program tersebut tidaklah mudah. Beberapa kendala kerap kali menjadi penghambat.
“Untuk memajukan daerah tidaklah instan, beberapa kendala kami hadapi. Salah satunya permasalahan listrik. Tidak hanya itu, kami juga harus menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kutim, Erlyan Noor menjelaskan rencana selanjutnya, pihaknya akan mengunjungi Plaza Smart City untuk mencari informasi baru, agar mudah dalam mengimplementasikan program tersebut.
“PT.Telkom sudah mengundang kita untuk mengunjungi Plaza Smart City. Dengan jatah setiap hari dua kabupaten kota. Kutim sudah dijadwalkan tanggal 8 Mei 2018.
Banyak keuntungan yang akan didapat, salah satunya menjadi ilmu dasar untuk membangun daerah kita ini,” terangnya.
“Nantinya akan dibentuk tim penyusun dari kepala OPD. Selain itu, tim pelaksana akan langsung diketuai oleh diskominfo,” sambung dia.
Koordinator penyusun masterplan UGM, Rini Rachmawati mengatakan yang akan dibangun di Kutim merupakan ‘Smart Regency’ mengingat Kutim merupakan Kabupaten. Beda kaitannya dengan smart city yang digunakan untuk kota.
“Setiap kabupaten kota harus seimbang antar smart economy dan smart society-nya. Harapannya di setiap desa dan kelurahan mampu berkembang dengan sistem ini. Program ini akan dilakukan di Sangatta Selatan dan Utara menjadi pengembangan kawasannya,” katanya. (*/la)







