• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Melihat Perajin Sumpit Tradisional di Kota Taman

by M Zulfikar Akbar
23 Januari 2017, 12:59
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
KERAJINAN TRADISI: Mustakim tengah menjajal salah satu sumpit buatannya. (LUKMAN/BONTANG POST)

KERAJINAN TRADISI: Mustakim tengah menjajal salah satu sumpit buatannya. (LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Dikerjakan Sepuluh Hari, Dijual Sampai ke Kutai Barat

Bukan hanya berjaya dalam olahraga tradisional sumpit, Bontang juga memiliki para perajin sumpit tradisional Kalimantan. Salah satunya Mustakim, kakek tujuh cucu yang sehari-hari menjadi tenaga pengaman di Satpol PP Bontang.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Membuat sumpit standar untuk olahraga tradisional sumpit bukanlah hal mudah. Hal ini diakui oleh Mustakim. Walaupun memiliki pengalaman bertukang, butuh waktu satu tahun hingga dia akhirnya benar-benar mampu menghasilkan sumpit berkualitas yang layak untuk event perlombaan.

“Saya belajar membuat sumpit sejak 2012. Saya belajar dari perajin yang sudah lebih dulu ada di Bontang. Para perajin di Guntung. Kebetulan saya aktif dalam olahraga sumpit,” ujar Mustakim saat ditemui media ini di kediamannya di Jalan DI Panjaitan, Sabtu (21/1) kemarin.

Baca Juga:  Lingkaran Setan Bisnis Narkoba

Kesulitan pembuatan sumpit menurut Mustakim dimulai sejak persiapan bahan. Bahan utama untuk pembuatan sumpit yaitu batang kayu kapur atau kayu ulin misalnya, harus benar-benar kering sebelum diproses lebih lanjut menjadi sumpit. Karena bila tidak, kayunya bisa bengkok saat dipahat sedemikian rupa. “Kayunya harus dikeringkan terlebih dulu. Proses pengeringannya bisa memakan waktu setengah bulan,” urainya.

Setelah benar-benar kering, barulah kayu tersebut diluruskan. Dengan panjang sekitar 2 meter, kayu dipahat membentuk sumpit panjang. Kayu tersebut lantas dilubangi memanjang bagian dalamnya dari ujung ke ujung menggunakan bor. Setelah berlubang di bagian dalamnya, dimasukkan pipa cubing.

Lantas dilakukan proses pembubutan untuk memasangkan bahan stainless yang menjadi tempat meniup peluru sumpit.“Proses pembubutannya ini yang susah,” sebut Mustakim.

Baca Juga:  Kerap Sengat Anak-Anak , Sarang Tawon Tanah Dimusnahkan 

Setelah sumpit selesai dibuat, barulah diperhalus dan diukir sedemikian rupa untuk menjadikannya terlihat menarik. Biasanya, Mustakim membutuhkan waktu 10 hari untuk bisa menghasilkan satu sumpit. Harga satu sumpitnya bervariasi tergantung ukuran. Dengan modal Rp 700 ribu, Mustakim rata-rata bisa mengantongi sekitar Rp 2 jutaan untuk satu sumpit.

“Selain proses pembuatannya yang rumit, bahan-bahannya juga sulit didapat. Untuk cubing misalnya, saya datangkan dari Samarinda. Karena di Bontang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Harga tersebut sudah lengkap dengan 10 peluru berikut tempatnya,” ungkapnya.

Mustakim mengaku, tidak secara rutin membuat sumpit. Melainkan baru membuat sumpit bila ada orang yang memesan kepadanya. Pernah dalam sebulan dia bisa mengerjakan 15 sumpit. Pesanan sumpit bukan hanya datang dari Bontang, melainkan juga dari daerah-daerah lain di Kaltim seperti Kutai Timur bahkan Kutai Barat.

Baca Juga:  1.627 KK Tervalidasi Keluarga Miskin 

“Bontang memang dikenal sebagai juara dalam olahraga tradisiopnal sumpit. Makanya banyak peggiat olahraga ini yang memesan sumpit ke Bontang. Peluru yang ukurannya lebih besar jadi keunggulan sumpit Bontang,” jelas pria kelahiran Mamuju, 54 tahun lalu ini.

Dalam pembuatan sumpit, saat ini Mustakim memang baru sebatas menerima pesanan. Dia belum melakukan penjualan secara massal. Dia pun tidak melakukan kegiatan promosi khusus dalam memasarkan sumpit buatannya. Melainkan hanya dari mulut ke mulut di kalangan rekan-rekannya sesama peggiat olahraga tradisional sumpit.

“Keinginan untuk dijual secara missal itu ada. Saat ini masih penjajakan. Yang terpenting memperkenalkan olahraga ini lebih luas lagi ke masyarakat Bontang terlebih dahulu,” pungkas Mustakim. (***)

Tags: bontangpengrajin sumpit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Harga Lombok Belum Stabil, Masih Rp 110 Ribu Perkilogram

Next Post

Waduh, Disini Prostitusi Masih Menjamur

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.