• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mudik, Rela Tidur di Emperan 

by BontangPost
10 Juni 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
TAK LAYAK: Sejumlah penumpang di salah satu kapal di Pelabuhan Samarinda tidak mendapat tempat tidur yang layak.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

TAK LAYAK: Sejumlah penumpang di salah satu kapal di Pelabuhan Samarinda tidak mendapat tempat tidur yang layak.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Arus mudik menjelang Idulfitri 1439 Hijriyah mulai melonjak. Salah satu moda transportasi murah yang digunakan untuk mudik yakni kapal laut. Karena semakin banyak masyarakat yang pulang ke daerah asalnya, sebagian ada yang bahkan rela tidur di emperan kapal.

Murni (45), perempuan asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu pulang bersama dua orang anak, satu saudara kandung, dan suaminya. Mereka naik di atas kapal Prince Soya di Pelabuhan Samarinda tepat pukul 12.35 Wita.

Dia tidak mengira, kapal tersebut telah dipenuhi penumpang. Padahal kapal akan berlabuh dari Pelabuhan Samarinda menuju Pelabuhan Pare-Pare pada Ahad (10/6) siang ini. Di luar perkiraannya pula, sebelum berlayar dirinya beserta keluarga harus menunggu semalaman di pelabuhan tersebut.

“Karena memang begitu biasanya. Baru jalan hari Minggu pagi atau siang. Saya tidak tahu sih apa alasannya. Tetapi yang pasti, saya dengar besok (hari ini, Red.) baru kapal berlayar,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Sabtu (9/6) kemarin.

Baca Juga:  Tiket Pesawat dari Samarinda ke Surabaya dan Jogja Habis

Meski kapal telah dipenuhi penumpang yang bahkan rela tidur di emperan kapal, puluhan orang masih menaiki kapal yang akan berlayar ke Pelabuhan Pare-Pare tersebut. Melihat media ini memotret Murni beserta keluarganya, salah seorang petugas kapal berpura-pura menutup pintu kapal.

Namun tak berselang beberapa waktu kemudian, pintu kapal kembali dibuka. Sekira pukul 13.30 Wita, satu-satunya pintu kapal di bagian tengah masih terus dilewati penumpang yang hilir mudik mengantar para penumpang.

Berselang beberapa menit, media ini turun dari kapal. Di bawah, terlihat beberapa orang memasukkan barang bawaannya. Sementara para penumpang berlarian takut ketinggalan kapal.

Salah seorang penumpang, Alif Zakaria (52) mengaku, tiket kapal tersebut tergolong lebih mahal dibandingkan di hari-hari biasa. Biasanya jika ingin berlayar menuju Kabupaten Bone, dirinya hanya mengeluarkan uang Rp 500 ribu untuk mendapatkan tiket.

Baca Juga:  Kenyamukan Target Wisata Hasil Laut 

“Tetapi sekarang saya beli tiket Rp 600 ribu. Itu pun hanya sampai Pelabuhan Pare-Pare. Untuk ke Bone, butuh biaya lagi untuk bayar traver Rp 150 ribu. Jadi seluruhnya saya harus keluar uang Rp 750 ribu per orang,” ungkapnya.

Namun karena ingin pulang ke kampung halaman, Alif beserta keluarganya rela merogok koceknya. Tak lain agar bisa merayakan Idulfitri 1439 Hijriyah di tempat kelahirannya.

“Mau bagaimana lagi. Namanya juga sudah setahun enggak pulang. Ya harus pulang. Walau pun keluar uang banyak dan tidak mendapatkan tempat tidur yang layak,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengingkatkan, agar seluruh awak kapal yang berlayar di beberapa pelabuhan yang tersebar di Benua Etam tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Pasalnya, setiap kapal memiliki batas maksimum jumlah penumpang.

Baca Juga:  Oknum Warga Bikin Geram Kadishub, Ngaku Wartawan,  Memaksa  Pintu Gerbang Dibuka

Misalnya untuk standar Kapal Binaiya hanya boleh mengangkut 1.700 orang. “Kami berharap jumlah penumpang tidak melebihi batas maksimum kapal yang sudah ditentukan. Kalau misalnya hanya 20 orang saja kapasitasnya, ya jangan dilebihkan,” ucapnya.

Jika melebihi standar maksimum tersebut, maka Otoritas Dermaga tidak segan menahan izin pelayaran kapal. “Kelebihan kapasitas penumpang itu salah satu pelanggaran yang bisa memperlambat pelayaran. Dari situ, petugas bisa menyetop kapal,” tutupnya. (*/um)

Tags: Arus MudikKapal Lautpelabuhan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Klaim Tak Ganggu Pengawasan 

Next Post

Tujuh Mobil Tak Laik Angkut Penumpang

Related Posts

Jembatan Pulau Balang dan Tol IKN Dibuka Sementara untuk Mudik Lebaran 2025, Ini Jadwal dan Rutenya
Kaltim

Jembatan Pulau Balang dan Tol IKN Dibuka Sementara untuk Mudik Lebaran 2025, Ini Jadwal dan Rutenya

22 Maret 2025, 14:46
WASPADA!!! Sangatta Selatan Marak Pencurian 
Bontang

Arus Mudik, Polres Bontang Tingkatkan Patroli Antisipasi Pencurian Rumah Kosong

15 April 2023, 17:28
Tiket Pesawat dari Samarinda ke Surabaya dan Jogja Habis
Kaltim

Tiket Pesawat dari Samarinda ke Surabaya dan Jogja Habis

15 April 2023, 15:11
Tersangka Korupsi Jadi Direktur Badan Usaha Pelabuhan
Bontang

Tambahan Angkutan Mudik Lebaran di Pelabuhan Loktuan Belum Jelas

26 April 2022, 13:16
Demi Tiket Mudik, Rela Tidur Berhari-hari di Depan Loket Pelabuhan Loktuan
Bontang

Demi Tiket Mudik, Rela Tidur Berhari-hari di Depan Loket Pelabuhan Loktuan

23 April 2022, 15:04
Keberangkatan Kapal Terakhir di Pelabuhan Loktuan Overload, Pelni Cetak 74 Tiket Tambahan
Bontang

Keberangkatan Kapal Terakhir di Pelabuhan Loktuan Overload, Pelni Cetak 74 Tiket Tambahan

23 April 2022, 13:41

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.