SAMARINDA – Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Rabu (27/6) kemarin, benar-benar menjadi ajang unjuk kekuatan politik dari para calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub). Bagaimana tidak, dari empat pasangan calon (paslon) yang berlaga, selisih suara di antara para calon terbilang cukup tipis.
Walaupun begitu, dari persaingan hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei, nama pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi didaulat sebagai pemenang Pilgub Kaltim. Duet dari koalisi Partai Gerindra, PKS, dan PAN ini memperoleh suara 30 persen.
Sedangkan untuk duet pasangan Andi Sofyan Hasdam- Rizal Effendi memperoleh suara 22,01 persen dan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat memperoleh suara 22,60 persen. Sementara pasangan Rusmadi-Safaruddin meraih suara sebanyak 24,78 persen. (selengkapnya lihat grafis).
Dalam konferensi persnya, Cagub Kaltim nomor urut 3, Isran Noor mengaku biasa saja melihat hasil hitung cepat beberapa lembaga survei yang dirilis televisi swasta nasional. Pasalnya, hasil akhir akan ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim setelah melakukan proses rekapitulasi di semua tahapan dari TPS hingga KPU Kaltim.
“Ini adalah kemenangan masyarakat Kaltim. Saya beranggapan hasil sementara ini adalah hasil akhir juga nantinya dalam akhir Pilkada Kaltim. Biasa-biasa saja. Saya minta pendukung, relawan, timses untuk tak berlebihan dalam menanggapi hasil yang ada ini,” ucap Isran.
Mantan Bupati Kutai Timur dua periode ini menyebut, hasil ini sesuai dengan prediksinya. Karenanya, dirinya akan menepati janjinya mendatangi daerah-daerah yang mengunggulkan Isran- Hadi.
“Saya akan tepati janji. Untuk daerah yang hasilnya 80 persen kemenangan, saya akan datang. Saya bawa sapi nanti ke sana,” tutur Isran.
Terpisah, Cawagub Kaltim nomor urut 1, Rizal Effendi menanggapi singkat hasil hitung cepat tersebut. Menurutnya, segala kemungkinan belum tertutup dalam tahapan Pilgub Kaltim 2018. Pasalnya, perhitungan resmi KPU belum diumumkan.
Karena itu, dia mengaku sangat berterima kasih telah mendapat kesempatan untuk mengabdi dan berjuang dalam perhelatan politik tersebut.
“Sungguh ini sebuah perjalanan hidup yang luar biasa dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya bisa berjuang berusaha semampu saya memberikan pengabdian,” sebutnya.
Sementara tim pemenangan paslon nomor urut 2, Syafruddin mengaku belum dapat berkomentar banyak soal hasil hitung cepat tersebut. Dia mengingatkan, penentuan akhir ada di tangan KPU Kaltim.
“Karena itu yang menang (lewat hitung cepat) jangan jumawa. Yang kalah jangan bersedih. Semua ini hanya awal dari perjuangan panjang untuk menyejahterakan rakyat Kaltim,” katanya.
Cagub Kaltim Rusmadi menanggapi hasil quick count beberapa lembaga survei yang beredar di televisi nasional. Menurutnya, hasil tersebut belum sepenuhnya dapat dijadikan pegangan untuk memastikan pemenang Pilgub Kaltim 2018.
“Kita tetap berpegangan pada hasil KPU nanti. Ini masih hasil sementara. Ini belum final. Nanti kalau sudah waktunya, pasti kami ucapkan selamat kepada pemenang,” ucapnya.
Rusmadi juga menanggapi perbedaan antara hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan quick count. Kata dia, perubahan drastis tersebut bisa saja terjadi karena adanya tsunami politik yang dimainkan kelompok tertentu.
“Kami yakin tidak mungkin ada perubahan signifikan seperti ini kalau bukan karena tsunami politik. Apalagi seperti hasil yang ditampilkan dalam quick count ini,” ujarnya.
Meski begitu, atas hasil hitung cepat tersebut dapat dijadikan referensi bagi partai pengusung dan tim sukses. Dalam waktu dekat, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akan merilis data real count.
“Karena itu pada seluruh tim Rusmadi-Safaruddin tetap jaga sampai nanti 9 Juli 2018. Tolong jaga, jangan sampai berkomentar yang menyudutkan pihak lain. Tetap jaga, bahwa Rusmadi-Safaruddin dan relawannya tetap bermartabat,” imbuhnya. (*/um/*/dev/drh)







