• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Desak Pemerintah Tuntaskan Sengketa Pilkades, Lembaga Adat Turun Tangan

by BontangPost
27 Januari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
JAGA KONDUSIVITAS: Sayid Abdal Nanang (dua dari kiri) bersama calon kades Tepian Langsat yang merasa dirugikan atas hasil pilkades, Kamis (26/1) kemarin.(Guntur/Bontang Post)

JAGA KONDUSIVITAS: Sayid Abdal Nanang (dua dari kiri) bersama calon kades Tepian Langsat yang merasa dirugikan atas hasil pilkades, Kamis (26/1) kemarin.(Guntur/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

SANGATTA – Pleno penetapan hasil pemilihan kepala desa (pilkades) di 77 desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah digelar. Kendati demikian, masih ada sengketa di delapan desa.

Pilkades yang bermasalah itu terjadi di Desa Tepian Langsat dan Sepaso Selatan di Kecamatan Bengalon Tanah Abang dan Melan di Long Mesangat, Tanjung Labu di Rantau Pulung, Kaliorang di Kaliorang, Sangatta Selatan di Sangatta Selatan, serta Juq Aya di Telen.

Ketua Lembaga Adat Besar Kutai Timur (ABKT), Sayid Abdal Nanang menegaskan, pilkades di Kutim yang digelar serentak 20 Desember 2016 lalu rawan menimbulkan konflik. Sehingga, pemerintah diimbau untuk mendengar aspirasi di tingkat bawah.

“Pilkades di Kutim banyak masalah. Masyarakat yang terkena dampaknya, terutama calon kepala desa (kades) yang dirugikan. Mereka (calon kades yang menggugat, Red.) berhak menentukan keadilan. Namun saran saya, (calon kades) yang dirugikan jangan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) dulu,” kata Abdal, Kamis (26/1) kemarin.

Baca Juga:  SK 5.965 TK2D Segera Terbit, Penggajian Segera Dilakukan

Lembaga adat, kata dia, menyarankan agar calon kades yang merasa dirugikan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. “Sebaiknya hearing (dengar pendapat) di dewan. Saya sebagai ketua adat besar akan mendampingi demi kondusivitas Kutim. Ibaratnya, kami yang menengahi,” kata pria yang juga ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kutim itu.

Diakui Abdal, ada banyak informasi yang mengindikasikan bahwa pilkades ditunggangi kepentingan politik salah satu partai. Dia pun mengimbau kepada para politisi untuk berpolitik yang baik dan santun, tanpa ikut campur urusan pilkades.

“Kalau membesarkan partai kita, carilah kader dengan cara yang baik. Jangan menghalalkan segala cara. Jadilah pemimpin yang betul-betul amanah. Kalau kita berbuat baik, pasti hasilnya akan baik. Jika tidak, jangan harap hasilnya baik,” imbuh ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) itu.

Baca Juga:  Armada Kurang, Penumpang Menumpuk di Terminal, Tunggu Sampai 4 Jam

Abdal juga mendorong pemerintah mengatasi persoalan pilkades secara adil dan bijaksana. “Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah. Yang benar dipleno dan dilantik. Karena kalau curang, merupakan tindakan merugikan. Tidak hanya berakibat di dunia, tapi juga akhirat. Intinya, jangan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar,” tegasnya.

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu, ada dugaan kecurangan di Pilkades Tanah Abang, Desa Long Mesangat. “Pemenangnya sudah ditentukan. Tapi ketika sampai ke Pemkab Kutim, hasilnya berbeda. Saat itu, perolehan suaranya sama. Karena sama, dilakukan tes. Namun setelah dinyatakan menang, digugurkan lagi soal KTP. Ini yang bikin kita kecewa,” keluhnya.

Akhirnya, kata dia, kasus tersebut dibawa ke DPRD Kutim untuk diselesaikan. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menahan diri. Jangan sampai menimbulkan gejolak. Mari sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan,” imbaunya.

Baca Juga:  Dipinang Pemerintah, TNI Siap Eksekusi

Abdal menyebut, alasan perlunya pemerintah menyelesaikan sengkarut pilkades demi nama baik. “Kami tidak mau nama pemerintah jelek. Karena menjadikan Ismu-KB (Ismunandar dan Kasmidi Bulang) itu mahal. Kami tidak menghendaki permasalahan menimpa mereka. Makanya semuanya harus mendukung, termasuk keluarga. Hati-hati dalam bekerja,” tegasnya.

Sebagai informasi, pilkades serentak di Kutim merupakan yang pertama. Di tengah pelaksanaannya, ada delapan desa yang bersengketa. Bahkan, kasus di Tepian Langsat berujung ke ranah hukum. Para calon melaporkan dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan ke polisi. (gun)

SENGKETA PILKADES

Desa                            Kecamatan

Tepian Langsat Bengalon

Sepaso Selatan             Bengalon

Tanah Abang                Long Mesangat

Melan                           Long Mesangat

Tanjung Labu               Rantau Pulung

Kaliorang                     Kaliorang

Sangatta Selatan           Sangatta Selatan

Juq Aya                        Telen

Tags: kutimpilkadessengketa
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Anjuran bagi Para Umara (Penguasa).

Next Post

Waspada, Penyakit Antraks Mengintai Warga Kutim

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Gugatan AUJ Soal KMP Bontang Express II Kandas, Kuasa Hukum PT Glora Kaltim Ungkap 4 Eksepsi
Bontang

Mediasi Buntu, Gugatan Pemkot Bontang ke Glora Kaltim Berlanjut

22 September 2026, 08:57
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.