• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Antraks Penyakit Berbahaya

by BontangPost
27 Januari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Foto Yuana/Kabid P2PL Diskes
(Foto Dhedy/Radar Kutim)

Foto Yuana/Kabid P2PL Diskes (Foto Dhedy/Radar Kutim)

Share on FacebookShare on Twitter

 

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kutim menerangkan jika penyakit antraks yang lagi senter dibicarakan belakangan ini memang sangat mengancam dan membahayakan bagi kesehatan. Meskipun tidak mematikan secara langsung, tetapi dalam jangka waktu yang relatif lama, akan berdampak fatal.

Dikatakan Kadiskes, Bahrani Hasanal, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh masyarakat. Pertama, penyakit antraks hanya ditularkan dari hewan ke manusia, tidak menular dari manusia ke manusia.  Karena penyebabnya adalah pengeksposan pekerjaan pada hewan yang sakit atau hasil ternak hewan seperti kulit dan juga daging atau mengkonsumsi daging hewan yang sudah tertular penyakit antraks.

Penularan juga bisa terjadi apabila seseorang terhirup spora dari produk hewan herbivora yang terserang penyakit antraks, misalnya produk kulit atau mungkin bulu yang sudah dikeringkan. ntraks bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui usus kecil, paru-paru dengan cara penghirupan atau juga melalui kulit yang terdapat luka.

Baca Juga:  Wagub Datang ke Sekerat, Klaim Pabrik Semen di Luar Karst

Kemudian, masyarakat dapat dengan aman menggunakan fasilitas layanan kesehatan yang pernah merawat pasien terduga antraks. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengonsumsi daging, dengan catatan, jangan memotong dan mengonsumsi daging hewan yang sakit.

”Belilah daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat.Tidak membeli dan mengonsumsi daging hewan pemamah biak,contoh sapi, kambing, kerbau, kuda yang berwarna gelap dan berlendir,”ujar Kadiskes Bahrani didampingi Kepala Bidang Pemberantasan, dan Pencegahan Penyehatan Lingkungan, Yuana Sri Kurniawati.

Selanjutnya, masyarakat diminta untuk memasak daging dengan sempurna hingga matang dengan suhu di atas 100 derajat Celcius selama 5-10 menit.Gunakan sarung tangan plastik atau karet dan masker pada saat mengolah daging.

”Laporkan segera ke posko kesehatan hewan terdekat apabila ada hewan peliharaan yang sakit.Segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat, apabila mengalami luka di kulit setelah kontak dengan hewan yang sakit,” pinta Yuana.

Baca Juga:  Lacak Keberadaan TKA Ilegal,Disnaker Bentuk Timpora  

Untuk diketahui, ada beberapa gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit antrak berdasarkan tipe pencernaan adalah mual, pusing, muntah, tidak adanya nafsu makan, suhu badan yang tiba-tiba terjadi peningkatan, muntah yang bercampur dengan darah dan  buang air besar menjadi berwarna hitam, hingga sakit perut yang sangat hebat. Ciri-ciri penyakit antraks jika terkena pada manusia ialah berwarna hitam, berlendir dan berbau pada kulit. (dy)

Cegah Antraks

– Jangan memotong dan mengonsumsumsi daging hewan yang sakit.

– Beli daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat.

– Tidak memberi dan mengonsumsi daging hewan pemamah biak (seperti sapi, kerbau, kambing, atau kuda) yang berwarna gelap dan berlendir.

Baca Juga:  Tahun Baru, Harga Baru, Sejumlah Sembako Mengalami Kenaikan Harga

– Masak daging dengan sempurna hingga matang dengan suhu di atas 100 derajat celcius selama 5 sampai 10 menit.

– Gunakan sarung tangan plastik atau karet dan masker pada saat mengolah daging.

Gejala
– Rasa Gatal Pada Kulit yang tidak Kunjung Sembuh
– Kulit yang Gatal mengalami Pembengkakan
– Timbul Korengan
– Waktu Sembuh Cukup Lama.

*berbagai sumber

Tags: anthraxkutimpenyakit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penakaran Buaya Kutim Dibangun Tahun Ini

Next Post

“Ubah Kebiasaan Masyarakat Perlu Waktu”

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00
Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim
Kaltim

Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim

27 Juni 2023, 08:05

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.