• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Merajut Prestasi di Balik Keterbatasan

by BontangPost
11 Juli 2018, 11:50
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
BANJIR DUKUNGAN: Saat ini, Dita Yulianti Ningtias (dua dari kiri) dan Muhammad Yafi Eza Mahendra (dua dari kanan) terus mendapat arahan dari pelatih.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

BANJIR DUKUNGAN: Saat ini, Dita Yulianti Ningtias (dua dari kiri) dan Muhammad Yafi Eza Mahendra (dua dari kanan) terus mendapat arahan dari pelatih.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Menyandang predikat sebagai anak berkebutuhan khusus bukanlah suatu hambatan untuk merajut prestasi. Ketekunan dan tekad yang kuat dalam mengejar mimpi tentunya akan membuahkan hasil yang baik. Hal ini terpatri dalam diri Dita Yulianti Ningtias dan Muhammad Yafi Eza Mahendra, peboling Bontang yang akan bertarung di Pekan Olahraga Nasional (Pornas) VIII Special Olympics Indonesia (SOIna) 2018 yang akan digelar 19 hingga 23 Juli, di Riau.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

LANGKAH tegap diperlihatkan seorang anak perempuan kala mengambil bola boling berwarna kuning. Perlahan ia mulai melangkahkan kakinya menuju lintasan. Tangan pun diayunkan sebagai reaksi atas target pin yang tersaji di depan mata. Senyum ceria terpancar kala seluruh pin itu tumbang.

Begitulah yang dirasakan oleh Dita Yulianti Ningtias atlet boling berstatus pelajar berkebutuhan khusus saat melakukan latihan di Arena Boling MPB PT Badak NGL, Selasa (10/7) kemarin. Dita merupakan salah satu wakil Bontang yang akan berlaga di  Pekan Olahraga Nasional (Pornas) VIII Special Olympics Indonesia (SOIna) 2018, Riau.

Baca Juga:  Pantang Hitung-hitungan, Rutin Dampingi Klien Gangguan Jiwa
BERLATIH KERAS: Dita Yulianti Ningtias, Atlet boling berstatus berkebutuhan khusus ini terus mengasah skill sebelum berlaga di Pekan Olahraga Nasional (Pornas) VIII Special Olympics Indonesia (SOIna) 2018, Riau.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Rasa gembira dirasakannya saat berhasil menjadi wakil Bontang untuk membawa nama Kalimantan Timur (Kaltim). Kepada Bontang Post, perempuan berdarah Jawa-Toraja ini memiliki kegemaran untuk mengikuti setiap perlombaan olahraga. “Perasaan saya senang menjadi wakil Bontang. Dikarenakan saya memang suka ikut lomba,” kata Dita

Ia mengaku telah mematok target menjadi juara pertama di ajang empat tahun sekali tersebut. Untuk merealisasikannya, jadwal latihan pun harus dilalui satu pekan dua kali. Gadis berumur 16 tahun ini siap memberikan penampilan terbaik untuk ditunjukkan kepada kedua orang tua yang selalu mendukungnya.

“Kalau menang, saya persembahkan kepada orang tua saya,” jawabnya dengan penuh semangat.

Jika ditelisik, Dita memiliki segudang prestasi di bidang olahraga. Penyandang tuna grahita ini berhasil membawa medali emas dan perak lomba Bocce di kejuaraan Special Olimpic Asia Pasific di Australia 2014.

Senada, peboling lainnya Muhammad Yafi Eza Mahendra pun siap mempersembahkan medali emas bagi Kaltim. Kendati baru saja mengenal boling, namun ia telah terbiasa setelah berlatih secara intensif. “Pertama kali memang susah, tetapi setelah dicoba akhirnya bisa,” ucap pria yang akrab disapa Eza ini.

Baca Juga:  Aktif di Kegiatan Sosial, Niat Tekan Laju Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Kini, ia pun fokus meningkatkan keahlian dalam bermain boling. Pria berumur 19 tahun ini tak keder jika nanti bertemu dengan pesaingnya dari provinsi lain. Di waktu yang singkat ini Eza akan mendengarkan setiap arahan tim pelatih agar dapat memperoleh hasil terbaik. “Saya akan tetap semangat berlatih hingga mendekati pelaksanaan,” tuturnya.

Sementara Yetty, pelatih boling menuturkan dari 22 provinsi yang mengikuti kejuaraan tersebut, hanya tujuh daerah menurunkan atlet bolingnya. Dikatakannya, peluang untuk memperoleh juara sangatlah besar.

“Sengaja saya memilih boling karena hanya melawan enam daerah lain baik itu sektor putra maupun putri. Kans memenangkan pertandingan besar,” kata Yetty.

Nantinya, juara 1 sampai 3 akan ditunjuk sebagai wakil Indonesia di Special Olympics World Summer Games (SOWSG) Maret 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Menurut dia, kegiatan Pornas SOIna ini merupakan arena kesempatan bagi penyandang disabilitas menunjukkan keahlian dalam olahraga. Total ada 11 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Selain boling, cabor seperti bocce, basket, sepak bola, bola tangan, voli, atletik, akuatik, bulu tangkis, tenis meja, dan gymnastics juga ikut diperlombakan.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Samsudin, Owner Arraya Group; Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Pengusaha Real Estate

“Untuk Kaltim hanya menurunkan boling dan bocce saja,” papar perempuan yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik di SLB Negeri Bontang ini.

Yetty yakin anak asuhnya mampu meraih gelar juara. Mengingat selama latihan pun, ia dibantu oleh rekannya yang merupakan atlet boling.

“Mereka didukung, yang memberi semangat dan mengajari cara bermain yang bagus tentunya target juara satu,” tuturnya.

Ucapan syukur terlontar dikarenakan terdapat perusahaan yang memberikan fasilitas tempat latihan secara cuma-cuma. Bahkan untuk keberangkatan kontingen pun banjir bantuan. Baik berasal dari perorangan, instansi, maupun perusahaan.

Yetty pun mengimbau kepada masyarakat yang memiliki putra-putri berkebutuhan khusus agar tidak malu. Janganlah putus asa untuk menggali bakat dikarenakan setiap orang pasti memiliki kelebihan. “Di balik kekurangannya pasti memiliki kelebihan bahkan tidak kalah dengan orang normal,” pungkasnya. (***)

Tags: Dita Yuliantikisah inspiratifolahragaYafi Eza
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Maradona Masih Hidup Dibilang Sudah Meninggal

Next Post

Popprov, Tenis Meja Agendakan Seleksi 

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Atlet Bontang Raih 2 Emas dan 1 Perak di Kejurprov Kick Boxing
Olahraga

Atlet Bontang Raih 2 Emas dan 1 Perak di Kejurprov Kick Boxing

12 Februari 2022, 16:45
Senegal Taklukkan Mesir di Final Piala Afrika
Olahraga

Senegal Taklukkan Mesir di Final Piala Afrika

7 Februari 2022, 08:23
Gantikan Alfredo Vera, Fakhri Husaini Latih Persiba
Olahraga

Gantikan Alfredo Vera, Fakhri Husaini Latih Persiba

1 November 2021, 11:18
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Olahraga Pakai Masker, Amankah?
Ragam

Olahraga Pakai Masker, Amankah?

7 Juni 2020, 13:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.