• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

by Redaksi Bontang Post
18 Desember 2020, 09:19
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Suliman,penjaja sapu lidi di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Suliman,penjaja sapu lidi di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Share on FacebookShare on Twitter

Namanya Suliman. 62 tahun. Warga Taras Padang, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Hulu Sungai Tengah ini tetap tegar. Usia sepuh tak membuat patah semangat untuk mengais rezeki. Dia menuntun sepeda, karena tidak bisa menunggangnya. Setiap hari berkeliling membawa sapu lidi buah karyanya untuk dijual.

Kulitnya sudah keriput, berjalan agak limbung, namun tidak dengan semangatnya. Suliman tetap yakin untuk mencari rezeki lewat cara yang baik. Ia tak ingin mengandalkan belas kasihan orang lain.

“Setiap Rabu jualan. Kadang saya mangkal di pasar Barabai. Tapi bisa juga di pinggir jalan yang ada pohon, sekalian berteduh,” katanya saat ditemui Rabu (16/12) pagi.

Saat itu, Sulaiman sedang santai di bawah pohon besar di Jalan Bhakti, Barabai. Dari tatapan matanya, harapan ada warga yang membeli sapu lidi, tak bisa disembunyikan. “Saya jualan sejak tahun 2013,” ceritanya.

Baca Juga:  Pengajar yang Aktif Berdakwah

Sapu lidi yang dijual Suliman terbuat dari pelepah pohon enau (aren). Dia biasanya mencari pohon itu ke hutan. Tidak dibantu siapapun. Semua pekerjaan dilakukan mandiri. Di usianya 62 tahun, ia ternyata masih sanggup memanjat pohon untuk memotong pelepah.

Setelah pelepah dipotong, daun diambil satu persatu, lantas dikumpulkan dan dipikul ke rumah. Setelah Daun disisir untuk mendapatkan lidi untuk dijemur agar kering. Perlu waktu 1 sampai 2 hari agar lidi bisa dirakit menjadi sapu. “Makanya, jualan cuma satu pekan sekali. Karena proses pembuatan sapu tidak mudah dan memakan waktu,” ungkapnya.

Setiap Rabu pukul 06.00 Wita, Sulaiman berangkat. Paling banyak membawa 7 buah sapu. Harganya variatif, tergantung bentuk dan ukuran. Besar dibanderol Rp 25 ribu, untuk lidi biasa tanpa gagang dijual Rp 15 ribu.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Melyscha Imanuella Keka (296); Tekuni Olah Vokal, Memiliki Segudang Prestasi 

Dalam sehari, pendapatannya juga tak menentu. Jika laku semua, Sulaiman bisa mengantongi uang Rp 145 ribu. Kadang sampai pukul 23.00 dagangannya baru habis. “Pokoknya kalau belum habis belum pulang,” ceritanya.

Sudah tua kenapa tidak istirahat saja di rumah? Ternyata ia tidak mau merepotkan anak perempuannya yang sudah ikut suami masing-masing. “Istri juga sudah meninggal lima tahun lalu. Saya masih kuat kerja sendiri,” tuturnya.

Anak pertama Suliman saat ini berada di desa Durian Gantang, kecamatan LAS. Meski tak tinggal satu atap, anak perempuan ini yang menjaga Suliman. Sedangkan anak kedua berada di Kalimantan Tengah bersama suami.

Ia bersyukur, banyak dermawan yang membantunya. Dari kisah Sulaiman, setiap jualan selalu ada saja bingkisan yang diberikan orang tak dikenal. Isinya bermacam-macam. Bisa nasi kotak, atau hadiah lain. “Terkadang ada pembeli yang memborong semua dagangan saya,” ceritanya.

Baca Juga:  Berawal dari Hobi, Berbuah Inovasi 

Suliman memang mtak muda lagi. Ia mengaku sering kelelahan setelah selesai jualan. Agar kuat, ia selalu menanamkan di dalam dirinya untuk selalu bersyukur atas apa yang didapatkan. Entah jumlahnya banyak atau sedikit. Ketimbang mendapat penghasilan dengan cara mengemis dan mengandalkan orang. (prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: featurekisah inspiratif
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Musda Golkar Bontang Digugat ke Mahkamah Partai

Next Post

Raih Predikat The Most Trusted Company, Rahmad Pribadi Pastikan Pupuk Kaltim Terapkan GCG Secara Konsisten

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00
Feature

Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)

29 Maret 2023, 21:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.