SAMARINDA – Kericuhan pada Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Selasa (10/7) lalu, membuat pihak kampus bakal meningkatkan penjagaan. Rencananya, pihak kampus akan melibatkan pihak kepolisian untuk menjaga dan mengawal jalannya proses pilrek nantinya.
Ya, sebelumnya Pilrek Unmul Samarinda sempat ricuh. Peristiwa itu terjadi setelah salah satu bakal calon yakni Asnar menolak jalannya rapat senat terbuka. Kegaduhan kian menjadi setelah beberapa pendukung Asnar ikut bersuara.
Ketua Panitia Pilrek Unmul Samarinda, M Ihwan mengatakan, agar rapat senat nantinya berjalan lebih kondusif maka keamanan akan diperketat. Nantinya tim keamanan melibatkan sekuriti Unmul dan dibantu pihak kepolisian.
“Nanti keamanan bakal kami tingkatkan. Pihak kepolisian akan ikut membantu. Kami tidak ingin kericuhan seperti sebelumnya kembali terjadi,” kata dia, Rabu (11/7) kemarin.
Sementara terkait dugaan adanya keterlibatan ormas yang membuat kericuhan dalam pilrek, M Ihwan mengaku, dirinya tidak tahu-menahu terkait itu. Namun jika itu ada, dirinya sangat menyayangkannya.
“Rapat senat itu kan dari puluhan tahun lalu memang diadakan secara terbuka, artinya terbuka kepada siapa saja. Semua bisa masuk selama mengikuti aturan, termasuk alumni, mahasiswa dan wartawan,” ucapnya.
Ihwan menjelaskan, keinginan Asnar agar rapat senat dilakukan secara musyawarah mufakat sudah ditawarkan kepada anggota senat pada rapat tertutup, Selasa (10/7) siang itu. Namun, tidak tercapai kata mufakat.
Akhirnya, dilakukanlah melalui pemilihan suara. Karena, keputusan senat adalah yang tertinggi dan rektor pun tidak bisa memaksakan keinginannya kepada senat. “Senat itu sangat berkuasa dan keputusannya kolektif kolegial, jadi harus disetujui,” tutur dia.
Seperti diketahui, dari lima bakal calon yang maju ke putaran kedua Pilrek Unmul Samarinda, hanya tiga orang yang dipilih oleh anggota senat dengan sistem pemungutan suara. Dari 85 anggota senat yang hadir, terpilihlah tiga nama bakal calon Rektor Unmul yaitu Masjaya memperoleh sebanyak 60 suara.
Sementara Susilo memperoleh sebanyak 15 suara. Lalu Laode memperoleh 5 suara. Sementara satu suara dinyatakan rusak. Asnar dan Sukartiningsih dalam kesempatan itu tidak mendapatkan satupun dukungan suara. “Dan sekarang berkasnya sudah di Jakarta, kami tinggal menunggu keputusan,” kata dia.
Terpisah, salah seorang anggota senat sekaligus bakal calon Rektor Unmul Ssamarinda, Masjaya mengatakan, dirinya tidak menyangka akan adanya kericuhan itu. Apalagi dalam pilrek yang diadakan dengan sistem demokrasi.
“Saya kira ini sesuatu di luar dugaan kita. Karena selama ini kami sangat terbuka. Saudara-saudara sendiri bisa menyaksikan bagaimana kejadian sesungguhnya. Pihak panitia juga sudah menyiapkan sedemikian rupa. Dan kami tetap bertahan karena keinginan dan hasil pleno senat yang tertinggi di Universitas Mulawarman,” sebut Masjaya. (*/dev)






