SANGATTA – Kabupaten Kutim banyak memiliki tempat wisata yang belum tergali. Tahun ini Dinas Pariwisata kembali menginventarisir melalui berbagai pihak, khususnya para pecinta pariwisata. Terdapat sekira 15 spot wisata baru yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Suparto mengungkapkan, ada ditemukan beberapa lokasi wisata baru yang sangat pontesial jika dikembangkan.
Diantaranya Gua Karst di Kecamatan Teluk Pandan, Danau Tebok di Kecamatan Karangan, hingga Pantai Setebak di Kecamatan Sandaran. Sedangkan Pantai Jepu-Jepu sudah menjadi andalan utama warga Kutim dan kota lainnya.
Namun, untuk sementara destinasi itu masih diinventarisir. Karena sekarang Dinas Pariwisata masih konsentrasi pada lokasi wisata di dekat kota Sangatta.
“Kami masih fokus di area kota terlebih dulu. Selain pertimbangan mudah dijangkau oleh para wisatawan baik lokal maupun luar negeri, kekuatan anggaran juga terbatas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
“Kami ingin ada satu ikon wisata Kutim yang berhasil dari segala aspek mulai fasilitas, infrastuktur, hingga akses penunjang lainnya. Contohnya lokasi yang jadi target kini yaitu Mentoko atau Prevab di Desa Kabo. Lalu Pantai Teluk Lombok. Kemudian Desa Budaya Rindang Benua di Kecamatan Sangatta Selatan,” tambahnya.
Dirinya mengakui, untuk mengembangkan potensi wisata selain semangat juga dibutuhkan dukungan dana. Sementara tahun ini defisit anggaran merata dirasakan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Untuk itu, Dinas Pariwisata terus mencari rekanan dan berkoordinasi dengan stakeholder.
“Selain anggaran, kendaraan operasional sangat penting karena lokasi yang cukup jauh dengan medan berat,” katanya.
Sementara itu, upaya kerjasama dan sinkronisasi dengan OPD teknis hingga pemerintah Kecamatan telah dilakukan, melalui program musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).
Tetapi, berdasarkan seleksi kebutuhan pertimbangannya adalah usulan yang prioritas.
“Kebutuhan penunjang di tiap lokasi wisata sudah diusulkan. Tapi tergeser dengan skala prioritas,” bebernya.
Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Pariwisata tahun 2017 yang terangkum dalam buku expose hasil pembangunan Kutim 2017. Tercatat Kutim telah memiliki 136 objek wisata, yang terbagi enam jenis.
Pertama wisata alam, wisata budaya (sejarah), dan situs prasejarah gua karst. Kemudian wisata religi, wisata buatan, dan terakhir wisata bahari.
Diantaranya wisata tersebut sudah diakses oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Yang paling banyak ialah wisata alam terdapat 27 lokasi, situs prasejarah gua karst berjumlah 35 lokasi, dan wisata buatan mencapai 53 jenis.(dy)







