• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Kaligrafi TKW

by BontangPost
24 Juli 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Beredar luas: video TKW yang ahli menulis kaligrafi huruf Mandarin. Seseorang minta saya menulis di disway.id: benarkah itu?

Seseorang itu adalah orang yang saya hormati: Harjoko Trisnadi. Wartawan senior. Usia 83  tahun. Masih sehat. Dapat penghargaan di hari pers nasional tahun ini. ”Saya kan tidak bisa bahasa Mandarin. Anda lebih tahu isinya,” ujar Pak Harjoko. Ia Tionghoa. Asal Semarang. Tidak bisa bahasa Mandarin.

Di video itu tidak ada identitas. Tidak ada nama. Hanya disebut: TKW di Taiwan.

Saya mencoba menghubungi jaringan saya di Taiwan.

Ketemu: namanya Lisa. Bujangan. Asal Palembang. Tempat kerja: Taichung. Satu kota besar di Taiwan tengah. Pertengahan antara Taipei (utara) dan Kaoshiong (selatan).

Sayangnya Lisa tidak punya email. Tidak punya WA. Tidak punya WeChat. Hanya bisa ditelpon. Itu pun terbatas. Dia type pekerja yang disiplin. Tidak mau selalu bawa HP.

”Nama asli saya Lestari pak. Dipanggil Lisa,” katanya pada saya. Dalam bahasa Mandarin. Yang nyaris sempurna. Dibanding Lisa bahasa Mandarin saya tidak ada sekukunya.

Baca Juga:  CaoCao

Nama ‘Lestari’ memang tidak mudah diucapkan oleh lidah sana. Tidak ada huruf China yang bunyinya ‘Les’. Tepat sekali kalau Lestari memilih nama panggilan Lisa.

Sudah 12 tahun Lisa di Taiwan. Di majikan yang sama. Sudah dianggap keluarga sendiri.

Tugasnya sehari-hari adalah menjaga orang tua. Yang kian tua. Kian rapuh. Usianya kini 90 tahun. Stroke.

Sejak juragannya stroke itulah Lisa tidak punya banyak waktu lagi belajar kaligrafi. Harus menemani orang tua itu: 24 jam. Tidak pernah libur. Lebaran tahun ini pun tidak pulang.

Guru kaligrafinya juga tidak ada lagi. Tapi Lisa sudah keburu pandai. Karyanya sudah banyak. Misalnya dua banner yang dia pegang itu. Yang filsafat di balik kaligrafinya sangat dalam. Yang tulisan kaligrafinya lumayan indah. Seperti yang dipegang di tangan kanan Lisa. Bunyinya:

Ping

An

Liang

Zi

Zhi

Qian

Jin

Arti kata perkatanya tidak bisa dipahami. Tapi makna keseluruhannya yang bisa diresap.

“Ping An (平安) memang hanya dua kata, tapi nilainya  sama dengan emas (金)yang tidak terhitung banyaknya”.

Baca Juga:  Tiga Hotel Tiga Malam

“Ping An” artinya tenteram. Hidup tenteram itu lebih penting dari memiliki emas.  Sebanyak apa pun. Begitulah maksudnya.

Rosmah, istri Najib Razak, mungkin perlu memiliki banner kaligrafi itu. Atau juga Setya Novanto.

Saya juga ingin memiliki satu. Untuk jaga-jaga.

Banner dengan kaligrafi seperti itu biasanya untuk hiasan dinding. Dipasang di kanan kiri pintu. Agar mudah dibaca. Direnungkan. Dihayati. Dijalankan. Agar tidak rakus.

Orang rakus itu biasanya tidak bisa membawa ketenteraman.

Lisa tenteram di Taiwan.

Semoga tidak ada perang. Orang tuanya tidak lagi di Palembang. Sudah pindah ke Lampung. Toh  Lisa bujangan. Berumur 37 tahun.

Apakah sudah bisa bahasa Mandarin sejak di Indonesia? ”Saya mulai belajar Mandarin setelah tiba di Taiwan,” jawab Lisa.

Saya mengirim pertanyaan padanya. Dengan SMS. Dalam bahasa Mandarin. Dengan huruf yang sudah disederhanakan.

Lisa menjawabnya dengan bahasa Mandarin. Dengan huruf yang masih lama. Tiongkok memang sudah menyederhanakan huruf Mandarin. Taiwan dan Hongkong masih mempertahankan huruf yang lama.

Baca Juga:  Pertanda-pertanda dari Orwallian

Agak sulit juga saya memahami jawaban Lisa.

Lihatlah contoh dua huruf ini. Ini yang huruf lama untuk kata Taiwan: 灣. Bandingkan dengan huruf barunya: 湾.

Untuk menuliskan huruf lama itu perlu 27 goresan. Sedang huruf barunya hanya perlu 12  goresan.

Atau lihatlah kata guo (negara). Yang lama sebanyak 11  goresan. Sedang yang baru hanya 8 goresan.

Saya akan belajar lagi dari Lisa. Saya sudah tidak mungkin belajar kaligrafinya: terlalu sulit. Tapi saya harus belajar menerima keadaan seperti Lisa.

Misalnya: naskah ini saya tulis di dalam pesawat. Dari Surabaya ke Balikpapan. Citilink. Kelas ekonomi. Saya dapat tetangga luar biasa gemuk. Sampai memakan sebagian kursi saya. Saya sampai harus duduk menyandar ke bahu istri. Yang lagi tidur.

Tapi saya merasa tenteram: pertama, bisa menyandar ke istri yang lagi tidur. Jarang ada kesempatan seperti ini. Kedua, saya bisa merasakan bahagia diberi tubuh yang agak langsing. (dis)

Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

BEJAT!!! Oknum Guru Ngaji Cabuli Santri

Next Post

Disperindag Bantah Kenaikan Ayam karena BBM

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.