BONTANG – Selaras dengan kemajuan teknologi, Pemerintah Kota Bontang terus melakukan inovasi di berbagai bidang. Salah satunya adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat Bontang, melalui aplikasi layanan perpustakaan berbasis sosial media, iBontang. Pemaparan aplikasi ini dijelaskan oleh Direktur Aksaramaya, Sulasmo kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan jajarannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Kamis (30/8).
Dalam penjelasannya, Sulasmo mengatakan bahwa jumlah akses perpustakaan hingga kini sangat kurang, sedangkan penetrasi pengguna internet luar biasa membludak. Hal inilah yang memotivasi pihaknya untuk mengembangkan aplikasi dengan sosial media untuk membangun masyarakat Indonesia yang melek literasi.
Konsep digital library ini, lanjutnya, menyatukan konten dan komunitas dalam sebuah aplikasi yang mudah dan menyenangkan, tumbuh bersama tanpa ketergantungan dengan pemerintah saja, tetapi mampu menggerakkan komunitas untuk berperan aktif demi meningkatkan minat baca dan kecerdasan bangsa. Selain menyatukan masyarakat dalam sebuah komunitas membaca, iBontang juga berfungsi untuk mempublikasi buku secara digital.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pun menyambut baik aplikasi ini. Sebab menurutnya tujuan dari aplikasi ini sangat strategis, yaitu meningkatkan akses ke semua sumber daya informasi yang berbentuk digital. Hal ini baik untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Dengan aplikasi iBontang, peminjam di manapun tempat dan waktunya bisa meminjam buku. Termasuk generasi milenal yang akrab dengan dunia gadget.
“Alhamdulillah, tentu saya adalah orang yang paling berbahagia hari ini karena memang salah satu yang kita canangkan bersama adalah Bontang Kota Literasi. Jika teknologi baru ini dikaitkan dengan revolusi industri, digitalisasi literasi saya pikir memang perlu,” Neni mengawali.
Ia pun mengajak seluruh jajarannya untuk siap melakukan transformasi. Jajaran Pemkot Bontang diminta siap terhadap perubahan tersebut karena tugas ASN juga adalah sebagai agen perubahan. Neni pun menyebut bahwa aplikasi ini akan mengurangi penggunaan kertas di masyarakat.
Pada kesempatan ini pula Neni mengimbau seluruh ASN untuk mulai membudayakan aktivitas membaca. Tidak sekedar copy-paste, Neni harap ASN dapat membuat terobosan baru yang membawa kemajuan Kota Bontang. Aplikasi ini direncanakan akan launching pada bulan September. (hms)







