SANGATTA – Peranan generasi muda merupakan tiang kokoh sebuah negara. Karena maju atau tidaknya sebuah negara itu, dapat ditentukan oleh andil pemuda yang berpartisipasi dalam pembangunan. Hal itu dikatakan oleh Ketua Karang Taruna Dusun Gunung Teknik Sangatta Selatan, Fuad Sirinding. Dirinya menyambut baik pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden dalam Pemilu 2019.
Menurut Fuad, penyelenggaraan pemilu haruslah memiliki hasil yang maksimal. “Pemimpin itu harus jujur. Kami pemuda Kutim tidak bisa duduk di kursi caleg (calon anggota legislatif, Red.) atau mencalonkan menjadi presiden saat ini. Hanya saja kami akan terus berupaya membantu membangun dari kawasan terkecil di lingkungan sendiri,” ujarnya saat diwawancarai Sangatta Post.
Bagi Fuad, membangun bukan hanya sekadar pembuatan gedung semata. Melainkan menumbuhkan rasa kecintaan pada negara sejak dini, terhadap lingkungan. Sehingga bisa menjadi generasi penerus maupun pemimpin masa depan.
Di tempat berbeda, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim, Munir Perdana menjelaskan peranan pemuda dalam pemilu sangatlah penting. Menurutnya, sudah banyak pemuda akan mengambil peran penting dalam politik, namun tidak semua berkompeten. Sehingga ia menilai, sebagai anak muda yang akan berkiprah haruslah memahami betul kepentingan rakyat.
“Yang namanya pemilu, pasti melahirkan pemimpin baru. Sudah seharusnya berkualitas, khususnya parlemen. Karena mereka yang akan mengarahkan rakyat nantinya,” ungkap Munir saat dikunjungi belum lama ini.
Kata dia, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas, pemilih juga harus bisa lebih berkualitas. Jangan sampai mudah dipecah belah oleh isu negatif yang beredar. Tegas pula dalam melawan politik uang. “Banyak sekarang informasi hoaks, jangan mau diadu domba. Selain itu, bijaklah dalam menolak politik uang. Jangan hanya karena jumlah yang sedikit kita korbankan lima tahun masa pimpinan,” tutur Munir.
Dia berharap, untuk pemilu yang akan dilaksanakan serentak ini, warga Kutim khususnya dapat tetap menjaga kondusifitas.
Terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STIE Nusantara Sangatta, Wiryadi Tamrin mengungkapkan sangat antusias dalam mengamati jalannya pemilu 2019. Pasalnya momentum pergantian kepemimpinan sangat berpengaruh hingga lima tahun ke depan. Dirinya mengatakan, sangat suka dengan para calon yang berkompetisi menawarkan sejumlah program baru untuk daerah.
“Tapi ingat, ketika dibandingkan dengan euforia Pilgub 2018 ini sangat rendah loh. Padahal KPU sudah melakukan proses pemilu. Namun angka golput masih tinggi,” keluh Wiryadi.
Dia berharap dalam perayaan pesta demokrasi 2019, dapat menjadikan pemilu ini sebagai kompetisi sehat, terlebih dalam menawarkan program solutif di masyarakat. “Jangan hanya menimbulkan polemik, karena Pemilu 2019 ini kompetisi yang sangat sensitif banyak politisi dadakan. Saya juga berharap pada KPU dan Bawaslu bisa melaksanakan dan melakukan pengawasan dengan baik,” pungkasnya. (*/la)







