“Jadi kalau mau lolos, ya cukup belajar,” Rudi Baswan, Sekretaris BKPP Kutim.
SANGATTA – Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Rudi Baswan mengatakan untuk lolos dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) cukup mudah. Hanya satu syaratnya, yakni belajar. Belajar bersungguh-sunguh niscaya akan lolos dalam tes tersebut.
“Jadi kalau mau lolos, ya cukup belajar,” tegas Sekretaris BKPP Kutim, Rudi Baswan saat menjelaskan rencana pelaksanaan tes CPNS Kutim, yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, tahun ini.
Belajar merupakan pondasi utama untuk menembus kursi CPNS. Tak ada cara lain. Sebab, tes tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel. Terbuka buat siapapun. Tak ada permainan di dalamnya.
Saking ketatnya, saat di dalam ruangan, selain peserta tes, ruangan laboratorium komputer tempat pelaksanaan tes hanya bisa dimasuki dua orang saja. Yaitu dari BKN dan petugas server komputer. Tak ada orang BKPP yang diperkenankan masuk.
Waktu tes dilaksanakan 90 menit dan hasilnya langsung terlihat begitu peserta selesai mengikuti ujian atau waktu pelaksanaan habis.
“Ini merupakan rekrutmen nasional. Pelaksana dan panitianya adalah BKN. Yang melaksanakan tes pun adalah BKN. Jadi sangat transparan sekali. Bahkan, anak Presiden tidak lolos saat tes di Jogja,” katanya.
Untuk diketahui, penerimaan CPNS tahun ini melalui Computer Assisted Test(CAT). Yaitu tes untuk merekrut CPNS yang dilakukan secara daring dengan menggunakan komputer.
Kutim mendapat kuota CPNS sebanyak 243 orang. Lowongan khusus untuk lulusan cumlaude sebanyak 5 orang, dengan syarat universitas terakreditasi dan program studi A.
Kemudian untuk penyandang disabilitas sebanyak 3 orang, yakni untuk formasi tenaga guru dan sosial.
“Kami siapkan televisi, agar wartawan yang memantau pelaksanaan tes nanti dapat ikut melihat prosesnya. Untuk mengantisipasi oknum-oknum yang menawarkan ‘jasa’ bisa membantu (kelulusan),” katanya. (dy)







