• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Banyak Petani Tergiur Harga Tinggi 

by BontangPost
26 September 2018, 11:28
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Mengikisnya lahan pertanian hingga tersisa satu persen dari luas wilayah Kaltim menjadi buah bibir di kalangan akademisi, aktivis, hingga kepala daerah. Namun demikian, belum ada solusi menyeluruh untuk membendung laju alih fungsi lahan tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Edy Kurniawan menjelaskan, akar masalah merosotnya lahan pertanian berasal dari pemilik lahan. Perubahan fungsi lahan pertanian terjadi disebabkan besarnya nilai penjualan yang ditawarkan pengusaha batu bara dan kelapa sawit.

“Petani bisa dapat Rp 100 juta sampai Rp 200 juta dari ganti rugi lahan. Ketimbang mereka bertani, lebih mudah dapat uang dari jual lahan. Bisa jadi karena beban kebutuhan,” katanya pada Metro Samarinda, Senin (24/9) lalu.

Kemudian, para petani tidak memiliki generasi untuk mengelola lahannya. Secara perlahan, generasi muda lebih memilih profesi di bidang lain. Sehingga lahan yang ditinggalkan tidak dimanfaatkan.

Baca Juga:  Diminati MBR, Hunian Relokasi Warga SKM Belum Dilirik 

“Mereka yang muda itu juga tergiur untuk menjual lahannya. Pikirannya sederhana, untuk apa lahan dibiarkan begitu saja, sedangkan ada pengusaha batu bara yang datang menawarkan uang banyak,” jelasnya.

Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan protektif atau perlindungan terhadap lahan pertanian. Sebab penjualan tanah menjadi hak para pemilik lahan. Justru ketika ada pejabat yang menghalangi para petani menjual lahannya, akan mendapat perlawanan pemiliknya.

Konversi lahan pertanian ke perkebunan juga sangat masif terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Petani memiliki pertimbangan, ketimbang menanam padi, petani lebih memilih menanam sawit. Pasalnya, penggarap lahan mendapat keuntungan besar saat menanam sawit.

“Dengan begitu, dari tahun ke tahun, produktivitas pertanian Kaltim itu menurun. Yang disalahkan siapa? Tidak boleh hanya melihat ini karena kesalahan pemerintah saja,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dari Hobi dan Seni hingga Koleksi Motor Antik Seharga Rp 350 Juta 

DPRD Kaltim beserta pemerintah provinsi (pemprov) telah menyusun peraturan daerah (perda) untuk melindungi lahan pertanian. Namun perda tersebut tidak dapat menghalangi petani menjual lahannya.

Karena itu, merebaknya alih fungsi lahan yang dapat mengancam ketersediaan pangan di tingkat lokal itu membuat pemerintah daerah mengambil kebijakan intensifikasi lahan yang masih dikelola petani.

“Petani yang sudah sepuh, itu bisa dibantu teknologi pertanian. Tanpa harus capek lagi, lahan yang mau digarap bisa dibajak tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga,” tuturnya.

Selain itu, perluasan lahan pertanian juga tetap dilakukan dengan memanfaatkan lahak eks tambang. Sedikitnya terdapat 300 ribu hektare lahan eks hak pengusahaan hutan (HPH) yang dapat digunakan untuk menambah lahan pertanian.

Baca Juga:  Tiba di Balikpapan, AHY Disambut Ratusan Massa

“Itu yang akan diserahkan pada masyarakat Kaltim. Lahan itu yang mau disertifikatkan. Itulah program yang sedang digalang Presiden Joko Widodo. Siapa saja boleh mendapatkan lahan itu lewat koperasi. Di Kaltim, baru 5 ribu hektare yang dilepaskan pada masyarakat,” bebernya.

Namun demikian, perluasan lahan pertanian tersebut harus diimbangi dengan regenerasi petani. Kata Edy, universitas memiliki andil besar untuk menghasilkan lulusan yang mau menggarap lahan pertanian.

“Kuncinya ada di universitas yang memiliki fakultas pertanian. Mereka harus sadar. Jangan lagi setelah lulus dari jurusan pertanian, malah bekerja di sektor lain. Harus mengaplikasikan ilmunya di bidang pertanian,” imbuhnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kaltimMetro Samarindapertanian
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Golkar Ngotot Ganti Alphad 

Next Post

Kendaraan Tambang Ilegal Marak Gunakan Jalan Umum

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.