• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Sempat Terseret Tsunami, Lolos dari Maut Setelah Naik Gunung

by BontangPost
4 Oktober 2018, 11:31
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
KORBAN SELAMAT:  Ahmad Rendi Saputra (kaca mata) dan Aji Andri atlet airsoft gun Kaltim saat menceritakan detik-detik musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulteg yang nyaris merenggut nyawa mereka.(DIRHAN/METRO SAMARINDA)

KORBAN SELAMAT:  Ahmad Rendi Saputra (kaca mata) dan Aji Andri atlet airsoft gun Kaltim saat menceritakan detik-detik musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulteg yang nyaris merenggut nyawa mereka.(DIRHAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Puluhan atlet airsoft gun yang diutus Kaltim dalam event nasional HUT Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut merasakan ganasnya gempa dan tsunami. Aji Andri dan Ahmad Rendi Saputra, Rabu (2/10) kemarin, mengisahkan detik-detik peristiwa yang merenggut ribuan jiwa itu.

UFQIL MUBIN, Samarinda

ANDRI menjelaskan, pihaknya menginap di hotel yang jauh dari pinggir pantai. Puluhan atlet diutus Kaltim menginap di Hotel Gessos Asni. Ada pula yang menginap di hotel yang berdekatan dengan bibir pantai.

Sekira pukul 16.00 Wita diadakan technical meeting. Lokasinya di kampung nelayan yang tak jauh dari pinggir pantai.  Saat persiapan keberangkatan menuju lokasi pertemuan, satu jam sebelum itu, sempat terjadi gempa yang tidak terlalu besar. “Tetapi lumayan terasa sekali di hotel,” tuturnya.

Menjelang azan maghrib, terjadi gempa susulan frekuensi amplitudo 7,4. Para atlet baru saja selesai mengadakan pengarahan untuk pertandingan esok hari. Sebagian olahragawan itu masih ada di hotel. Ada pula yang menghabiskan waktu di bibir pantai.

Baca Juga:  Sebut Gas Dikelola di Kalimantan 

“Saat gempa susulan, saya sedang duduk santai di dekat hotel. Beberapa detik setelah gempa, kondisi hotel ambruk. Saya berlari. Sementara yang lain masih ada di hotel,” ungkap Andri.

Seusai gempa, seluruh bangunan yang berdekatan dengan hotel telah ambruk dan rusak parah. Semua orang berlarian. Berhamburan keluar dari gedung-gedung, perumahan, dan swalayan.

Para atlet berinisiatif berkumpul di jalan raya. Setelah gempa berlalu, sebagian atlet melihat air laut surut. Sadar akan terjadi tsunami, mereka berlarian menuju bukit yang tidak jauh dari hotel yang dijadikan lokasi technical meeting.

“Kami berlari ke bukit bersama teman-teman yang lain. Walaupun ada teman saya yang lain tertinggal. Termasuk Rendi masih di pinggir pantai,” bebernya.

Pria kelahiran 7 Januari 1980 itu mengatakan, setelah berada di bukit, dia melihat air laut telah meluap dan menghantam seluruh bangunan di pinggir pantai. Tsunami tidak hanya sekali, tetapi disusul luapan lain yang jauh lebih besar. Sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat parah.

Baca Juga:  Perusahaan Ogah Penuhi Permintaan Nelayan

Di bukit itu, bersama ribuan orang lainnya, Andri dan teman-temannya berdiam hingga pukul 00.00 Wita. Gempa bumi masih terus berlangsung secara susul menyusul. Setidaknya ada puluhan kali gempa setelah guncangan besar terjadi.

“Setelah semuanya dicek, kami turun dari bukti dengan cara berjalan kaki ke penginapan. Dalam perjalanan itu, saya melihat semuanya sudah hancur. Jalan dan bangunan tidak lagi terlihat bentuk aslinya,” terang dia.

Pihaknya baru mendapatkan makanan pada Sabtu (29/9). Semalam suntuk setelah gempa, para atlet dan sebagian besar masyarakat Palu tidak mendapatkan asupan makanan. “Hari Sabtu saya sempat makan cemilan. Itu bantuan dari teman-teman yang lewat di penginapan,” katanya.

Ahmad Rendi Saputra menjelaskan, saat tsunami berlangsung, dirinya sedang bersantai di pinggir laut. Hantaman air sempat dirasakan pria kelahiran 10 Maret 1989 itu. Bahkan dia sempat tenggelam.

“Mungkin ada sekitar sepuluh detik terkena tsunami. Saya terkena serpihan-serpihan dan tembok. Banyak juga orang di samping saya yang meminta tolong. Tetapi saya tidak bisa menolong mereka,” bebernya.

Baca Juga:  Dinkes Akan Lanjutkan Vaksinasi MR

Berhasil keluar dari ancaman tsunami yang memakan ribuan korban jiwa itu, Rendi berlari menuju hotel yang dijadikan tempat technical meeting. Lantaran di hotel tersebut tersimpan tasnya.

“Karena saya pikir tas ketinggalan di sana. Di tas ini ada KTP dan ponsel. Saya lewat di belakang. Karena di depan sudah hancur,” sebutnya.

Beberapa waktu kemudian, Rendi keluar dari hotel dan berkumpul bersama Andri beserta puluhan atlet lainnya. “Syukurlah dari Kaltim tidak ada yang jadi korban. Hanya atlet dari Bandung yang meninggal,” terangnya.

Para atlet yang mewakili Benua Etam itu baru dapat dievakuasi ke bandara pada Minggu (30/9) lalu. Dua hari berada di bandara, semua atlet diberangkatkan pada Selasa (2/10) lalu menggunakan pesawat hercules.

“Dua malam kami berada di bandara. Selasa pagi kami naik pesawat. Siang hari baru sampai di Balikpapan,” tutupnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Gempa PaluKisah InspirasiMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bandara SAMS Jadi Pusat Penerima Bantuan Logistik Luar Negeri

Next Post

Tingkat Akreditasi Tak Jadi Soal, Alumni PTN dan PTS Bebas Melamar CPNS 

Related Posts

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.