• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kejar Ketertinggalan, Bakal Rampungkan Pembangunan

by BontangPost
12 Oktober 2018, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR: Bupati saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR: Bupati saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Memasuki masa tiga tahun kepemimpinan, Pemerintah Kutim paparkan masa kerja di dua tahun terakhir. Sebagai bahan evaluasi, agar memiliki strategi untuk menegaKkan kerja tuntas selama masa jabatan. Selain itu juga sebagai tongkat estafet untuk melanjutkan kepemimpinan.

Disampaikan Bupati Kutim, Ismunandar perihal capaian selama 2016-2017. Ia mengaku sempat menghadapi masa-masa sulit di bidang keuangan daerah, namun ia merasa tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut, dan telah dilakukan upaya seperti meningkatkan efisiensi dalam budgeting.

Dengan meningkatkan proses pengendalian pembangunan secara berkala melalui kegiatan coffee morning, mengupayakan pendanaan alternatif dari sumber-sumber lain seperti APBN, APBD Provinsi dan pinjaman daerah untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah, serta meningkatkan peran semua pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah, termasuk di dalamnya adalah optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ada beberapa kemajuan pelaksanaan pembangunan daerah, antara lain perkembangan ekonomi daerah yang ditunjukan oleh laju pertumbuhan Produk Domestic Regional Bruto (PDRB), diketahui laju pertumbuhan PDRB tanpa migas dan batu bara 2016 sebesar 1,14% meningkat menjadi 2.93% pada 2017,” ujarnya saat menyampaikan agenda tahunan Sidang Paripurna Istimewa I mendengarkan pidato bupati menjelang peringatan HUT Kutim, di Gedung DPRD, Kamis (11/10).

Baca Juga:  Soal Orang Utan, Komisi A DPRD Minta TNK Gencar Sosialisasi 

Sedangkan dengan migas dan batu bara sebesar (-1,07%) pada 2016 meningkat menjadi 1,49% di 2017.

Juga, pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai indikator komposit dari pembangunan sektor pendidikan kesehatan dan daya beli,  meningkat dari 71,10% di 2016 menjadi 71,91 % pada 2017, sedangkan indeks kedalaman kemiskinan, antara 2016 dan 2017 mengalami penurunan dari angka 2,05% menjadi 1,26%.

“Indikator kesehatan masyarakat Kutim dari 72,39 pada 2016 meningkat menjadi 72,45 pada 2017. Untuk indikator pendidikan ditunjukan dengan angka rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan darai 8,72 pada 2016 menjadi 8,96 pada 2017, dalam bidang pembangunan infrastruktur terutama jalan, air bersih dan listrik terus mengalami peningkatan,” katanya.

Baca Juga:  Kutim Minim Pasar Tradisional

Dia menyampaikan, pembangunan bidang pertanian dalam arti luas pada sub sektor tanaman pangan ditunjukan oleh produktifitas beberapa komoditas unggulan. Padi sawah di 2017 produktifitas 49.86 Kw/Ha meningkat menjadi 50,43 Kw/Ha gabah kering panen pada 2018, untuk sub sektor perkebunan, produksi kelapa sawit 2016 mencapai 5,08 juta ton dan pada  2017 menjadi 5,87 juta ton.

“Jumlah fasilitas pasar yang terbangun hingga 2016 sebanyak tiga unit, kemudian pada 2017 dibangun satu unit dan 2018 tujuh unit. Dengan demikian hingga tahun 2018 telah terbangun 11 unit pasar,” paparnya.

Adapun indeks pembangunan desa, yang diukur berdasarkan lima indikator dasar yakni pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, aksesbilitas atau transportasi, pelayanan umum dan penyelenggaraan pemerintah.

Baca Juga:  DPKP Butuh Peralatan yang Baru dan Asli

“Desa berkembang 2015 sebanyak 108 desa, kemudian 2017 menjadi 119 desa. Lalu untuk desa mandiri di 2015 sebanyak empat desa, dan 2017 menjadi delapan desa,” katanya.

Namun dalam prosesnya, masih terdapat kekurangan. Seperti terbatasnya akses ke daerah terpencil. Masih ada desa-desa di kawasan hutan. Belum rampungnya Bandara Sangkima, juga kebutuhan infrastruktur masih terbilang minim.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dan harus bisa mencari cara yang baik untuk meningkatkan kualitas dalam melayani masyarakat,” katanya.

Tidak hanya itu, dirinya juga membeberkan perihal rencana infrastruktur yang akan diselesaikan. Sebagian diantaranya termasuk program multiyears.

“Kami juga berupaya agar infrastruktur semakin meningkat. Agar memudahkan dalam distribusi ke pedalaman, juga penyelesaian pelabuhan, bandara, peningkatan jalan ring road, jembatan, jalan pedalaman, tempat ibadah, pembangunan gedung bela diri, bahkan saluran drainase,” terang Ismu sapaan akrabnya. (*/la)

Tags: Rapat ParipurnaSangatta Post
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kutim Fokus KEK Maloy, Instruksi Kementrian ATR-BPN 

Next Post

Edukasi Pelajar Lewat Lukisan, Sumbangkan Hasil Penjualan untuk Korban Gempa Palu 

Related Posts

Sempat Diskorsing, Tiga Raperda Akhirnya Disahkan
Bontang

Sempat Diskorsing, Tiga Raperda Akhirnya Disahkan

31 Desember 2019, 12:30
[BREAKING NEWS] Kursi Kosong, Rapat Paripurna Diskorsing
Bontang

[BREAKING NEWS] Kursi Kosong, Rapat Paripurna Diskorsing

30 Desember 2019, 10:34
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.