• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Wacanakan Potong Honor TK2D Rp 200 Ribu, Kebijakan Pemerintah Dipertanyakan

by BontangPost
8 Februari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
(ilustrasi/Net)

(ilustrasi/Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Wacana pemotongan honor sebesar Rp 200 ribu oleh pemerintah mendapatkan kritikan keras dari sebagian Tenaga kerja Kontrak Daerah (TK2D). Pasalnya, potongan tersebut dianggap terlalu besar dan memberatkan TK2D. Terlebih, bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

“Jelas kami sangat keberatan sekali. Apalagi, saya punya anak, kebutuhan ekonomi besar, dan hanya mendapatkan honor kecil. Kalau dipotong, sisa berapa,” ujar salah seorang TK2D yang enggan menyebutkan namanya.

Dirinya bisa memaklumi jika potongan tersebut sesuai dengan kebutuhan pembuatan BPJS kelas tiga. Yakni, sekitar Rp30 ribu atau Rp50 ribu perorang. Namun faktanya, dikabarkan jika semua TK2D wajib membayar Rp200 ribu perorangnya.

“Bagaimana kalau suami istri TK2D. Jadi dipotong sampai Rp400 ribu. Sedangkan kami hanya mendapatkan BPJS kelas tiga. Seharusnya, dengan uang Rp400 ribu bisa mendapatkan BPJS kelas 1,” katanya.

Hal tersebut bisa saja diterima, asal potongan tersebut bisa memberikan jaminan kesehatan kepada dirinya, istri, dan kedua anaknya. Tidak hanya itu, dirinya juga berharap, TK2D yang sudah mendapatkan BPJS mandiri, tidak dibebankan lagi oleh pemerintah.

“Saya dengar juga, jika potongan tersebut untuk menutupi TK2D lainnya. Jelas saya sangat tidak setuju. Karena kita sudah lama sekali mengabdi. Sedangkan yang lainnya itu baru-baru semua. Ada juga yang berbulan-bulan enggak masuk kerja dan nongol lagi, ada juga kerjanya apa adanya. Masak uang kami dialihkan ke mereka itu,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang wacana tersebut. Karena jangan sampai merugikan TK2D yang sudah lama mengabdi kepada daerah. Kalaupun ada pemotongan, maka wajib disesuaikan dan dibedakan antara TK2D lama,  baru dan yang malas.

“Saya lebih setuju jika tidak ada lagi penerimaan TK2D. Tetapi nyatanya, banyak sekali yang baru. Juga saya lebih setuju jika TK2D yang malas, tidak lagi dilanjutkan. Karena itu selain menjadi beban daerah, juga mengorbankan kami yang sudah lama mengabdi. Sampai-sampai dihantam rata pemotongannya,” katanya. (dy)

 

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PPI Kenyamukan Tak Difungsikan, Nelayan Bongkar Ikan di laut dan di Rumah

Next Post

Legal Opinion Bukan Harga Mati

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.