• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

KTT Pinjam Sana-Sini

by BontangPost
18 November 2018, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Baru sekali ini terjadi. Sebagian peserta KTT APEC tidak tinggal di negara penyelenggara: Papua Nugini. Sampai jadi bahan guyonan. Wakil Presiden Amerika Serikat misalnya, tinggal di Australia. Demikian juga Sultan Bolkiah dari Brunai.

Pagi-pagi mereka terbang dari Australia. Menghadiri sidang-sidang APEC. Sorenya balik ke hotel mereka di Australia. Tepatnya di Cairns. Kota kecil di negara bagian Queensland. Yang menghadap ke Papua Nugini. Penerbangan dari Cairns ke Port Moresby, tempat sidang, memakan waktu 1,5 jam.

Tentu alasan utamanya adalah keamanan. Papua Nugini dikenal tidak aman. Fasilitasnya juga minim. Beberapa kegiatan terpaksa dilakukan di atas kapal. Yang bersandar di pelabuhan Port Moresby. Termasuk pidato dua tokoh penting: Wapres AS Mike Pence dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Ada alasan guyonan kenapa Mike Pence tidak mau tinggal di Port Moresby. Ibu kota Papua Nugini itu sudah seperti dikuasai Tiongkok.

Baca Juga:  Penyelamatan

Jalan-jalan utama di sana dibangun oleh Tiongkok. Lewat program One Belt One Road (OBOR). Kalau Pence tinggal di Port Moresby sama saja dengan menjadi tamu Tiongkok.

Padahal Amerika lagi dalam keadaan perang. Lawan Tiongkok. Perang dagang. Bahkan juga perang program. Amerika lagi melaunching OPIC: saingan OBOR.

Pidato Pence kemarin di kapal itu penuh berisi promosi OPIC. Sambil menyindir habis-habiskan OBOR. Negara-negara Asia, kata Pence, jangan mudah tergiur belt yang mencekik dan one road yang menyesatkan. Penyebutan kata belt dan road di situ jelas menyindir OBOR.

Masalahnya OPIC-nya Amerika ‘hanya’ menyediakan dana USD 60 miliar. Sedang OBOR-Tiongkok USD 1 triliun.

Saat Pence berpidato Xi Jinping belum tiba di kapal. Dan saat Jinping tiba, Pence sudah meninggalkan kapal.

Xi Jinping tidak merespons sedikit pun serangan Pence. Ia lebih menekankan bahwa perang dagang yang sedang berlangsung hanya membuat semua pihak kalah. “Tidak akan ada yang menang,” katanya.

Baca Juga:  Akal Sehat Kereta Cepat

 

Pengamat bahkan menilai Pence tidak mau tinggal di Port Moresby karena ini: tidak mau jadi penonton di panggungnya Tiongkok.

Panggung Tiongkok itu nyata adanya: kedatangan Xi Jinping dielu-elukan. Sampai anak sekolah pun dikerahkan untuk menyambutnya di pinggir jalan.

Spanduk-spanduk besar dibentang. Bahkan Papua Nugini merelakan Xi Jinping menghelat KTT sendiri. Sebelum KTT APEC. Yakni KTT antara Xi Jinping dengan kepala-kepala negara kecil di pulau-pulau Pasifik Selatan.

Mereka itu dulu memihak Taiwan. Kini memindahkan kedutaan mereka ke Beijing. Setelah begitu banyak mendapat bantuan pembangunan dari OBOR.

KTT khusus itu seperti perlawanan. Itu karena Pence mengagendakan bertemu ketua delegasi Taiwan. Di sela-sela kegiatan KTT APEC.

Rupanya KTT APEC berubah: dari forum ekonomi negara-negara Pacific ke forum politik. Apa boleh buat.

Tuan rumah KTT sekarang ini memang bersejarah: dilaksanakan di negara paling miskin di antara anggotanya. Papua kita jauh lebih maju dari tetangganya di timur itu.

Baca Juga:  Hu

Kalau pun Papua Nugini punya kelebihan dari Papua kita adalah: di sana kini punya 40 mobil Maserati yang mewah. Yang dibeli menjelang KTT ini. Yang bikin rakyatnya marah. Demo. Minta perdana menteri Peter O’ Neill mundur. Tapi Peter O’ Neill cuek bebek.

Saat wartawan bertanya tentang 40 Maserati itu O’Neill balik meledek: kenapa kalian tidak bertanya saat Vietnam membeli 400 Audi. Ketika KTT APEC dilangsungkan di sana.

Masalahnya Vietnam memang mampu membeli. Sedang untuk KTT APEC kali ini Papua Nugini  harus minta sumbangan. Tidak mampu menanggung biaya penyelenggaraannya.

Permintaan sumbangan dikirim ke tetanganya: Australia. Satunya lagi ke juragannya: Xi Jinping. Sampai ada yang meledek: ini bukan KTT APEC. Ini KTT XIPEC. (dahlan iskan)

Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Sebut Seleksi CPNS Gagal

Next Post

Tiga Bulan Hafal 30 Juz 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.