BONTANG –Pemkot Bontang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang menggelar fasilitasi pendidikan politik bagi perempuan di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Senin (26/11). Kegiatan tersebut diikuti organisasi wanita di Bontang dengan mengusung tema “Menghadirkan Perempuan Dalam Politik”.
Hadir Wali Kota Bontang Neni Moernaeni sebagai narasumber sekaligus membuka acara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang Suwardi, Komisioner KPU Provinsi Kaltim Rudiansyah, serta Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang Nasrullah. Turut hadir Asisten Administrasi Pemerintahan M Bahri dan Kepala Kesbangpol Soni Suwito.
Dalam sambutannya, Neni menyampaikan tema ini menarik untuk didiskusikan sebagai simbol, upaya meningkatkan peran perempuan dalam politik perlu dilakukan. Kata dia, dengan adanya kebijakan afirmatif yang memberikan kebijakan istimewa dalam pemilihan legislatif, telah memberikan kesetaraan kepada perempuan dalam berpolitik.
“Peran perempuan dalam berpolitik sangat penting. Untuk itu, bagaimana mengedukasi perempuan-perempuan dalam daerah. Perempuan diberikan posisi karena kemampuannya,”ungkap Neni.

Mantan Ketua DPRD Bontang itu mengatakan, keterwakilan perempuan dalam legislatif Kota Bontang cenderung naik turun. Kata dia pada pemilu 2004, dari 25 anggota DPRD hanya tiga perempuan saja atau hanya 12 persen. Sedangkan pemilu 2009 terdapat 8 anggota DPRD perempuan termasuk anggota pengganti antar waktu dengan persentase 32 persen. Sementara di 2014 hanya dua anggota saja.
”Dengan tokoh-tokoh perempuan di kota Bontang, saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama saling bahu-membahu bekerja sama menumpahkan segenap pikiran dan tenaga kita, agar masyarakat Bontang memilih pemimpinnya dengan aman. Semoga Pemilihan Umum 2019 khususnya di Bontang dapat terselenggara dengan baik,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Soni Suwito menambahkan, tema ini sangat menarik untuk diangkat. Karena peran perempuan belum maksimal keterlibatannya dalam dunia politik. “Alhamdulillah di Bontang wali kotanya perempuan. Tetapi dilegislatif masih minim. Dengan kegiatan ini tingkat partisipasi perempuan dalam pemilu diharapkan meningkat, dan pemilu di tahun 2019 dapat berjalan sukses dan aman,” kata Soni. (*/one)







