• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Petani Sawit Mulai Menjerit 

by BontangPost
28 November 2018, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BIKIN MERINGIS: Harga jual TBS kelapa sawit dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami penurunan yang cukup signifikan di berbagai daerah di Kaltim.(ILUSTRASI)

BIKIN MERINGIS: Harga jual TBS kelapa sawit dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami penurunan yang cukup signifikan di berbagai daerah di Kaltim.(ILUSTRASI)

Share on FacebookShare on Twitter

“Tengkulak itu jelas membeli di bawah harga yang ditentukan pemerintah. Begitu mereka jual ke perusahaan, itu sesuai ketetapan pemerintah. Karena mungkin tengkulak ini sudah ada pola kemitraan”. Edy Setiawan, Ketua Komisi II DPRD Kaltim

SAMARINDA – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sedang turun drastis. Di tingkat petani, dihargai Rp 400 per kilogram (kg). Harga tersebut dinilai merugikan petani karena tidak sebanding dengan pengeluaran.

Padahal periode Juni 2018, pemerintah telah menetapkan harga TBS kelapa sawit Rp 1.548,19 per kg. Selisih harga tersebut dikeluhkan sebagian besar petani sawit di sejumlah wilayah di Kaltim.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Edy Kurniawan mengatakan, harga TBS kelapa sawit yang merosot tajam itu disebabkan petani belum membangun kemitraan dengan perusahaan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Bagi petani yang telah bermitra, harga jualnya masih sejalan dengan keputusan pemerintah.

Baca Juga:  Minta Masjid Al-Faruq Disetop

“Kebun-kebun swadaya masyarakat, selama ini banyak yang tidak bermitra dengan perusahaan. Misalnya di Paser itu, petani menjual kelapa sawit pada koperasi. Harganya tidak sesuai,” ucapnya, Selasa (27/11) kemarin.

Dia berpendapat, penyelesaian masalah itu dapat dilakukan dengan meningkatkan kontrol pemerintah daerah. Tujuannya, perusahaan dan petani swadaya diminta membangun kemitraan.

Setelah kerja sama itu terbangun, maka perusahaan akan mengikuti harga TBS yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, kemitraan itu akan mengikis permainan perantara.

“Tengkulak itu jelas membeli di bawah harga yang ditentukan pemerintah. Begitu mereka jual ke perusahaan, itu sesuai ketetapan pemerintah. Karena mungkin tengkulak ini sudah ada pola kemitraan,” katanya.

Penjualan di tangan kedua itu tidak terlepas dari sistem pembelian yang diterapkan perusahaan. Umumnya, pengusaha tidak langsung membayar kelapa sawit yang dibeli pada petani.

Baca Juga:  Andi Harun Nahkodai Gerindra Kaltim

Sementara tengkulak, langsung membayar kelapa sawit yang dibeli pada kelompok swadaya itu. Hal ini diminati para petani karena dianggap cepat mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan menutupi pengeluarkan selama masa panen.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menyarankan pemerintah daerah agar menegur perusahaan yang membeli kelapa sawit di tangan kedua. Pemerintah diharapkan dapat mengurai masalah-masalah yang beragam itu.

“Masalah ini kompleks. Di satu sisi ada kesalahan perusahaan. Di sisi lain perusahaan tidak merangkul semua petani swadaya. Perusahaan membeli kelapa sawit di kebun-kebun besar,” bebernya.

Dia menyarankan pemerintah provinsi mengingatkan seluruh wali kota dan bupati agar mendorong percepatan pola kemitraan tersebut.

Baca Juga:  KPU Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih 

“Dalam waktu dekat, supaya masalah ini dapat diredam, bupati dan wali kota harus menyurati perusahaan, agar ada kemitraan. Karena perusahaan minyak sawit ini yang bermasalah. Mereka tidak mau membeli dari petani kalau tidak ada kemitraan,” imbuhnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Harga TBS Kelapa SawitMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sekretariat Jatam Jadi Sasaran Perusakan 

Next Post

BBIP Diambil Alih Provinsi 

Related Posts

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Tahun Depan Wajib Pakai Harga Pemerintah
Breaking News

Tahun Depan Wajib Pakai Harga Pemerintah

23 Desember 2018, 15:05
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.