• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Tahun Depan Wajib Pakai Harga Pemerintah

by BontangPost
23 Desember 2018, 15:05
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
LEMPAR TUNTUTAN: Para petani sawit mengepung salah satu perusahaan di Kutim, Rabu (19/12) lalu.(Dok/Sangatta Post)

LEMPAR TUNTUTAN: Para petani sawit mengepung salah satu perusahaan di Kutim, Rabu (19/12) lalu.(Dok/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar (TBS) petani swadaya hanya berlaku pada bulan ini atau semenjak ditetapkannya persetujuan antara Forum Sawit Kutim dan perusahaan.

Pada 2019 nanti, perusahaan wajib membeli sawit warga sesuai dengan harga pemerintah. Yakni kisaran Rp 1000 per kilogram.

Jika tidak, petani akan menuntut hak kembali dan mengerahkan massa yang lebih besar lagi. Karena diketahui, massa yang datang aksi pada Rabu (19/12) lalu hanya sekira 50 persen dari jumlah petani yang tergabung dalam Forum Tani Sawit, yang jumlahnya sekira 800 orang.

“Jadi harga Rp 900 hanya disesuaikan hingga akhir tahun ini. Setelahnya, mengikuti harga Disbun atau pemerintah,” kata Bendahara Forum Tani Sawit Kutim Hasim Lawida bersama Ketua Forum Tani Sawit Kutim, Hasbudi, kemarin.

Baca Juga:  PDAM Targetkan Ribuan Sambungan Tahun Ini 

Hasyim mengaku akan terus melakukan kontrol terhadap harga sawit Kutim. Sehingga, petani tak lagi dirugikan oleh perusahaan.

“Untuk sementara ini, kami baru mengawal tiga Kecamatan. Yakni Teluk Pandan, Bengalon, dan Rantau Pulung. Karena seperti Wahau, harga tetap stabil,” katanya.

Namun lanjut dia, jika ada petani sawit di beberapa kecamatan yang merasa dirugikan oleh perusahaan, baik kiranya melaporkan kepada forum agar dapat ditindaklanjuti. “Kami siap perjuangkan di 18 kecamatan. Kalau butuh bantuan, maka kami bantu. Kami akan turun perjuangkan,” katanya.

Sebelumnya, sekira 800 orang petani mengepung tiga perusahaan besar  di Kutim. Ialah PT Anugrah, PT KBN, dan PT Bima Palma. Mereka menuntut agar perusahaan membeli TBS sesuai dengan harga pemerintah. (dy)

Baca Juga:  Jika UU ABPN 2018 Tidak Dibatalkan, Defisit Terus Mengintai 
Tags: Harga TBS Kelapa SawitSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

Next Post

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.