• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Menanti Keseriusan Isran-Hadi 

by BontangPost
11 Desember 2018, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
UNJUK RASA: Para massa aksi KTL Kaltim menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemprov Kaltim menuntut penyelesaian berbagai kasus tambang  di Kaltim.(FOTO: DIRHAN/METRO SAMARINDA)

UNJUK RASA: Para massa aksi KTL Kaltim menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemprov Kaltim menuntut penyelesaian berbagai kasus tambang  di Kaltim.(FOTO: DIRHAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Tuntutan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai permasalahan tambang di Kaltim terus disuarakan berbagai kalangan. Selain dinilai telah memberikan banyak dampak buruh terhadap lingkungan, kegiatan pertambangan juga telah banyak memakan korban jiwa.

Komite Lawan Tambang (KLT) Kaltim adalah salah satu dari kalangan yang mendesak hal tersebut. Sebagai wujud protesnya, KLT yang merupakan gabungan berbagai organisasi kemahasiswaan, pegiat lingkungan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi di depan kantor Pemprov Kaltim di Jalan Gajah Madah Samarinda, Senin (10/12) siang kemarin.

Aksi yang diikuti oleh puluhan massa aksi itu mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah beberapa jam berorasi, beberapa di antara massa aksi mendesak masuk ke dalam kantor Pemprov Kaltim agar dapat bertemu langsung dengan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Namun, upaya para demonstran tidak dipenuhi pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi. Tak pelak, demonstran yang mendesak masuk sempat bersitegang dengan pihak kepolisian. Beberapa di antara massa aksi bahkan terlibat aksi saling dorong pagar dengan beberapa personel kepolisian.

Baca Juga:  Perjalanan Jurmansyah Raih Gelar Magister di Unmul (2/Habis); Terinspirasi Laskar Pelangi, Jual Motor demi Tetap Kuliah

Seakan tak kehabisan akal, massa aksi kemudian meluapkan ketidakpuasannya dengan langsung menggelar aksi bakar ban di Jalan Gajah Mada. Akibatnya terjadi kemacetan panjang. Mobil yang melintas di Jalan Gajah Mada terpaksa dialihkan petugas kepolisian ke Jalan Gunung Merbabu.

Setelah menggelar aksi selama 2 jam, masa aksi akhirnya ditemui Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi. Kepada Wagub Hadi, massa aksi menyampaikan sebanyak 15 tuntutan terkait permasalahan hak asasi manusia (HAM) dan tambang yang ada di Kaltim.

Tuntutan itu disampaikan koordinator aksi KLT Kaltim, Claudion Kanigia. Di hadapan Wagub Hadi, Claudion meminta agar pemerintah segera menyelesaikan kasus 32 korban lubang tambang. Sebab menurut dia, hingga hari ini belum ada keputusan yang jelas dari pemerintah terkait permasalahan tersebut.

“Kami juga menuntut agar undang-undang tentang reklamasi dijalankan pemerintah. Kasus tanah longsor yang terjadi di Sangasanga yang melibatkan PT Adimitri Baratama Nusantara  atau PT ABN juga wajib diusut tuntas. Begitupun dengan kasus teror terhadap aktivis lingkungan di Kaltim,” pinta dia.

Baca Juga:  PKB Tidak Mau Ingkar, Tetap Pada Paket Jaang-Rizal

Hal senada juga disampaikan Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang, yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. Rupang memandang, permasalahan tambang di Kaltim sudah cukup akut dan butuh untuk segera diselesaikan.

Ia menganggap, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah telah gagal melindungi keselamatan rakyat dari bencana tambang. Dalam dua masa kepemimpinan Pemerintah Kaltim, kondisi serupa juga masih terjadi. Bahkan pemerintah disebutnya gagal memberikan rasa aman bagi warganya.

“Hari ini ancaman terhadap anak-anak kita yang jadi korban tambang itu nyata dan terus berlangsung. Dari 32 korban jiwa, 27 orang di antaranya adalah anak-anak. Dan itu berasal dari 21 konsesi yang berasal di Kaltim,” ungkapnya.

Kata Rupang, yang cukup membuat perih dan merobek nilai-nilai keadilan, karena dari serentetan kejadian mematikan itu, hingga kini tidak ada sanksi tegas yang dilayangkan pemerintah. Jika pun ada sanksi, maka tidak ada yang bisa jadi pelajaran dan memberikan efek jera bagi para pemilik izin usaha pertambangan (IUP).

Baca Juga:  Sembilan Jam Diperiksa, Ketua Komura Bungkam

“Tidak ada sanksi tegas yang memastikan IUP-IUP tersebut akan dicabut. Bahkan masih ada banyak IUP yang bermasalah dan hingga sekarang masih dibiarkan berproduksi,” sebutnya.

Atas beberapa pertimbangan itu, Jatam Kaltim kembali mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin pertambangan di Kaltim. Terutama yang disinyalir melakukan pelanggaran dan merugikan masyarakat.

“Di sini kami meminta ketegasan Gubernur Isran untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin-zin yang bermasalah. Termasuk izin yang sangat berdekatan dengan pemukiman,” desaknya.

Selain itu, upaya penyelesaian kasus tambang melalui meja hukum diminta untuk dibuka kepada masyarakat. Agar masyarakat tahu seperti apa proses hukum yang telah dilakukan pemerintah ataupun pihak kepolisian.

Karena Jatam menilai, sejak kasus tambang masuk meja kepolisian, hingga kini belum ada dari masalah tersebut yang diseret ke meja pengadilan. “Makanya, kami minta secara tegas kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus 32 anak yang mati di lubang tambang,” tandasnya. (drh)

Tags: demoMetro Samarindatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Langgar Asas Netralitas Pemilu, Bawaslu Tindak 2 ASN

Next Post

ESDM Janji Tindak IUP Melanggar 

Related Posts

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong
Bontang

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

18 Agustus 2026, 18:38
Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.