SANGATTA – Kericuhan yang terjadi kala pertandingan semifinal sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim, Kutim vs Bontang di Stadion Kudungga, Senin (10/12) membuat aparat keamanan dan panitia memberlakukan aturan baru. Saat final Kutim vs Kutai Kartanegara, hari ini (12/12), masyarakat dilarang untuk membawa botol air mineral.
Hal itu diberlakukan bagi para suporter maupun penonton yang datang. Mengingat pelemparan botol air mineral akan membahayakan, tak hanya bagi pemain, namun juga bisa mencederai tim lainnya. Dari pantauan wartawan, pelemparan botol minum dari tribun penonton ke lapangan sangat mengganggu. Lemparan tersebut bahkan mengenai aparat keamanan hingga tim medis.
Menurut Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan saat konferensi pers bersama media, Selasa (11/12) di media center, pihaknya akan melakukan pengamanan ekstra ketat termasuk terhadap para penonton dan suporter. Di pintu masuk apartnya juga akan melakukan penggeledahan. “Kami akan menyiapkan plastik bagi warga yang sudah terlanjur membawa botol, untuk pemindahan air minumnya. Jangan sampai seperti kemarin lagi,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat jika tidak perlu membawa kendaraan, bisa ikut dengan teman atau saudaranya untuk menumpang. “Kalau bisa menumpang saja, daripada tidak dapat parkiran. Belajar dari padatnya lalu lintas saat pembukaan Porprov lalu,” bebernya. (*/la)







